Petugas Gegana merapikan peralatan setelah menangani tas yang dicurigai bom di Boyolali, Rabu (28/12/2016). (Syifaul Arifin/JIBI/Solopos) Petugas Gegana merapikan peralatan setelah menangani tas yang dicurigai bom di Boyolali, Rabu (28/12/2016). (Syifaul Arifin/JIBI/Solopos)
Rabu, 28 Desember 2016 10:31 WIB Syifaul Arifin/JIBI/Solopos.com Boyolali Share :

Foto Detik-Detik Menegangkan Gegana Atasi Tas Mencurigakan di Boyolali

Warga tak boleh mendekat di TKP sedangkan petugas Gegana sedang melakukan pemeriksaan.

Solopos.com, BOYOLALI – Warga pusat kota Boyolali digegerkan dengan temuan tas yang diduga berisi bom. Tas mencurigakan itu ditemukan di pintu masuk halaman Kelurahan Banaran, Boyolali, Rabu (28/12/2016) pagi.

Pantauan Solopos.com, hingga pukul 09.58 WIB warga tampak berkumpul beberapa meter di sekitaran lokasi. Sedangkan petugas Gegana masih terus memeriksa isi tas tersebut.

Pada 09.39 WIB tim penjinak bom (Jibom) melakukan deteksi dengan Xray untuk mengetahui isi tas. Baru pada 10.05 WIB tim Jibom mampu men-diffraction (mengidentifikasi) tas warna hitam itu untuk dicerai berai isi atau rangkaian.

Tas mencurigakan dikelilingi police line. (Syifaul Arifin/JIBI/Solopos)

Rabu pagi sekitar pukul 09.00 WIB, tas mencurigakan itu telah diberi garis pembatas (police line). Tas berada tepat di tulisan “Kelurahan Banaran” dan “Kecamatan Boyolali”. (Syifaul Arifin/JIBI/Solopos)

Lurah Banaran, Tulus Raharjo, mengatakan penjaga kantor kecamatan Boyolali, Joko, adalah orang yang kali pertama menemukan tas. Joko menemukan tas mencurigakan itu sekitar pukul 06.00 WIB.

Mobil damkar disiapkan di sekitar Kantor kelurahan Banaran, Boyolali, untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan. Polisi meminta warga untuk menjauhi lokasi. (Syifaul Arifin/JIBI/Solopos)

Mobil damkar disiapkan di sekitar Kantor kelurahan Banaran, Boyolali, untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan. Polisi meminta warga untuk menjauhi lokasi. (Syifaul Arifin/JIBI/Solopos)

 

Warga berkumpul di sekitaran lokasi. (Syifaul Arifin/JIBI/Solopos)

Jalan utama Pandanaran, Boyolali, tampak ditutup sedangkan sekitar 09.07 WIB. Polisi meminta toko dan kantor di sekitar kelurahan untuk mematikan WiFi yang dikhawatirkan dapat memicu terjadinya ledakan. (Syifaul Arifin/JIBI/Solopos)

Tulus menceritakan saat itu Joko mendapati sepasang suami istri sedang melihat-lihat kantor kelurahan. Namun, beberapa menit kemudian suami istri tersebut sudah tak ada di lokasi dengan hanya meninggalkan tas. Penemuan tas itu lantas dilaporkan ke pihak polisi.

Petugas Gegana memeriksa tas yang diduga berisi bom. (Syifaul Arifin/JIBI/Solopos)

Petugas Gegana memeriksa tas yang diduga berisi bom, Rabu (28/12/2016) pagi sekitar pukul 09.25 WIB. (Syifaul Arifin/JIBI/Solopos)

Tulus mengatakan pelayanan di kantor kelurahan dihentikan sejak pukul 08.00 WIB. Saat ini ada enam petugas di kantor kelurahan sedangkan di kantor kecamatan ada 23 orang berjaga.

Hingga berita ini diturunkan belum ada kepastian apa yang ada di dalam tas tersebut. Namun, laporan wartawan Solopos.com di lokasi, kabarnya tas tersebut telah diatasi.

Petugas Gegana merapikan peralatan setelah menangani tas yang dicurigai bom. (Syifaul Arifin/JIBI/Solopos)

Petugas Gegana merapikan peralatan setelah menangani tas yang dicurigai bom. (Syifaul Arifin/JIBI/Solopos)

(Berita sebelumnya: Tas Mencurigakan Diduga Bom Gegerkan Warga Boyolali)

Untuk informasi lebih lanjut pantau Solopos.com di laman Tas Mencurigakan Boyolali.

 

SOLO BAKERY, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Dirawat dan Merawat Cendekiawan Soedjatmoko

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (19/8/2017). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, mahasiswa Magister Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Rabu, 15 Agustus 2017, pemerintah menganugerahkan tanda kehormatan Republik Indonesia kepada delapan…