Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Rachman/JIBI/Bisnis) Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Rachman/JIBI/Bisnis)
Rabu, 28 Desember 2016 23:25 WIB Muhammad Khadafi/JIBI/Bisnis Hukum Share :

Bendung Hate Speech, Polri Awasi Media Sosial

Kapolri membentuk tim pengawas media sosial untuk membendung hate speech.

Solopos.com, JAKARTA — Polri menaruh perhatian khusus terhadap ujaran kebencian atau hate speech di media sosial untuk memastikan ketertiban masyarakat pada 2017. Ujaran kebencian dianggap dapat membawa negara ke dalam situasi penuh ketidakpastian.

Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian mengatakan ujaran kebencian di media sosial adalah efek berkembangnya fenomena kebebasan berekspresi yang didukung penggunaan teknologi informasi. Namun, sayangnya penggunaan teknologi informasi itu tidak diiringi dengan sikap bijak dan beretika dari penggunannya.

“Media sosial di satu sisi banyak manfaat, tapi banyak juga dampak negatif. Berita provokatif dapat mengganggu keamanan ketertiban, bahkan lebih dari itu bisa menyebabkan perpecahan,” kata Tito dalam penyampaian Catatan Akhir Tahun Polri 2016 di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/12/2016).

Tito mengatakan Polri akan membentuk unit khusus pemantau media sosial di bawah Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri. Selain itu, dia juga akan membentuk direktorat khusus penanganan kejahatan siber.

Dia mengaku prihatin dengan kondisi masyarakat yang begitu mudah termakan berita atau informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Karena itu, dia meminta masyarakat lebih selektif dalam menyebarkan informasi dan memastikan informasi yang diteruskan adalah informasi yang akurat. “Saya minta bantuan media-media mainstream [arus utama],” ujarnya.

Selain pengawasan terhadap media sosial, kepolisian juga akan fokus pada pengamanan pilkada 2017 yang akan serentak digelar di 101 daerah. Setiap daerah memiliki potensi kerawanan dalam setiap masing-masing tahapan, terutama potensi bentrok antarpendukung, sabotase, politik uang, dan tindak pidana pemilu.

lowongan kerja
lowongan kerja CV. Graha Pustaka, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


2

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…