ejumlah wisatawan menikmati wisata susur sungai dengan menggunakan ban dan pelampung, di objek wisata Karst Tubing, Dusun Surobayan, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Bantul. Senin (26/12/2016). (Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja) Sejumlah wisatawan menikmati wisata susur sungai dengan menggunakan ban dan pelampung, di objek wisata Karst Tubing, Dusun Surobayan, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Bantul. Senin (26/12/2016). (Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 27 Desember 2016 09:20 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

WISATA BANTUL
Kebanjiran Pengunjung, Jumlah Wisatawan Karst Tubing Dibatasi

Wisata Bantul di akhir tahun sangat tinggi

Solopos.com, BANTUL — Saat libur Natal hampir semua tempat wisata dipadati pengunjung. Wisata alam menjadi salah satu pilihan untuk menghabiskan waktu libur. Tidak hanya pantai, wisata susur sungai juga kebajiran pengunjung, hingga mengelola membatasi kunjuangan wisatawan.

Wisata susur sungai Karst Tubing, di Dusun Surobayan, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Bantul memang baru didirikan enam bulan lalu. Namun minat pengunjung terhadap wisata alam itu sudah cukup banyak. Tak kurang dari 300 wisatawan antri untuk dapat menikmati arus sungai dengan mengunakan ban dan pelampung saat libur Natal ini.

Menurut Pengelola Wisata Kart Tubing, Nurul Istiqomah pada libur Natal kali ini, pengunjung mengalami puncak kenaikan pada Minggu (25/12).
“Kemarin [Minggu (25/12/2016)] saja kami sampai menolak pengunjung. Jam 15.00 WIB loket sudah kami tutup karena antrean pengunjung terlalu banyak. Kami batasi pengunjung hanya 500,” ujarnya saat ditemui Solopos.com, Senin (26/12/2016).

Diakuinya pada saat hari biasa atau akhir pekan pengunjung berkisar 50 hingga 100 pengunjung. Namun kala libur panjang wisatawan meningkat tajam. Sejumlah rombongan wisatawan luar daerah bahkan telah memesan paket wisata susur sungai tersebut jauh-jauh hari.

Dia membuka paket wisata bekerja sama dengan sejumlah biro perjalanan. Hasilnya, meskipun belum satu tahun dibuka wisatawan dari berbagai daerah tak sedikit yang telah berkunjung. Bahkan sejumlah turis mancanegara, kata dia juga beberapa kali datang ke objek wisata yang dikelola oleh CV. Wahana Karst Tubing itu.

Kepada turis mancanegara Nurul mematok tarif beragam, sesuai dengan rute yang diinginkan. Rute susur sungai sejauh 900 meter untuk setiap wisatawan dipasang tarif Rp50.000, sedangkan rute yang lebih panjang yakni 1,4 kilometer dikenakan tarif Rp60.000. Sementara untuk wisatawan domestik tarif selisih Rp20.000 lebih murah dibandingkan wisatawan mancanegara.

Joko, salah seorang pengunjung asal Kecamatan Bangutapan, Bantul mengaku cukup terkesan dengan wisata susur sungai di Karst Tubing. Diakuinya dia sudah empat kali berkunjung bersama keluarga. “Sekalian mengenalkan aktivitas alam untuk anak-anak. Kebetulan anak saya memang lebih suka aktivitas di luar ruangan,” kata dia.

Selain bersama keluarga dia juga mengaku kerap mengajak tetangga kompleks satu perumahan untuk berlibur ke Karst Tubing. Pasalnya dibanding objek wisata sejenis seperti Gua Pindul, dia menilai jaraknya jauh lebih dekat dan juga biayanya lebih murah.

Sementara itu Iyuk, wisatawan yang datang dari Kabupaten Batang, Jawa Tengah menilai rute yang ditawarkan sangat cocok untuk wisata keluarga atau bagi pemula. Namun baginya sendiri rute yang dilalui masih kurang menantang. “Untuk keluarga dan untuk pemula cocok lah. Tapi kalau untuk saya masih kurang menantang,” ujarnya.

lowongan kerja
lowongan kerja Perusahaan yang Bergerak di bidang Tekstil, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Kasus Klaten Mengingat Pejabat Pengingkar Amanat

Gagasan Solopos ini telah terbit di HU Solopos Edisi Rabu (4/1/2017). Buah gagasan Muhammad Milkhan, pengurus cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Klaten yang beralamat email di milkopolo@rocketmail.com. Solopos.com, SOLO — Predikat laknat memang pantas disematkan kepada para pejabat yang mengingkari amanat. Para pejabat…