Kegiatan Dusun Gandok, Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Foto istimewa/dokumen) Kegiatan Dusun Gandok, Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Foto istimewa/dokumen)
Selasa, 27 Desember 2016 11:20 WIB Nina Atmasari/*/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

TRADISI SLEMAN
Bersih Dusun Gandok, Ungkapan Syukur dan Doa agar Warga Semakin Makmur

Tradisi Sleman di Dusun Gandok berupa bersih dusun bertujuan doa bersama agar kehidupan warga semakin makmur

Solopos.com, SLEMAN- Beragam cara dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas anugrah yang telah diberikan. Salah satunya dengan melakukan upacara adat. Ini seperti dilakukan warga Dusun Gandok, Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Warga menggelar Bersih Dusun sebagai upaya berdoa sehingga masyarakatnya menjadi makmur, sejahtera, nyaman, aman, tenteram dan damai.

Sebanyak tujuh rukun tetangga (RT) di Dusun mengumpulkan dana iuran dari masing-masing warga. Mereka kemudian bersama-sama membuat gunungan dan tumpengan lengkap dengan tujuh ingkung dari ayam jantan.

Gunungan terbuat dari aneka ragam makanan, jajan pasar, buah-buahan dan hasil bumi dari para petani. Kemudian gunungan itu, dikirab keliling kampung oleh warga masyarakat dengan pakaian adat dan prajurit bregodo dimulai dari rumah Kepala Dusun (Dukuh) Gandok menuju Balai Serbaguna.

Sesampainya di Balai Dusun, gunungan dan tumpeng didoakan terlebih dahulu oleh kyai dengan diikuti warga masyarakat yang mengikuti kirab.

Gunungan dan tumpengan selesai didoakan, kemudian dibagikan kepada masyarakat. Selama prosesi kirab berjalan, penonton merasa terhibur melihat upacara adat bersih dusun yang rutin diadakan pada setiap tahun sekali.

Puncak acaranya, pada 17 Desember lalu bertempat di halaman rumah milik Sunaryo, yang juga sebagai Ketua RT 04 diadakan pergelaran wayang kulit semalam suntuk dengan cerita Babad Astina (Ngastina) oleh dalang kondang serba bisa Ki Hadi Sutikno dari dusun Tegalsari, Sariharjo, Ngaglik, Sleman.

Acara pementasan wayang kulit tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Widodomartani, Camat Ngemplak, beserta jajarannya, Danramil dan Kapolsek Ngemplak.

Ketua RT 04, Sunaryo mengungkapkan bersih dusun dan pergelaran wayang kulit semalam suntuk merupakan kalender tahunan dengan tujuan untuk mempertahankan dan melestarikan budaya serta adat dan kesenian tradisionil agar jangan sampai punah.

lowongan pekerjaan
PT.SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bahasa Tubuh dan Bahasa Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (19/10/2017). Esai ini karya Triyono Lukmantoro, dosen Sosiologi Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro Semarang dan mahasiswa Program Doktor Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail…