Bayi perempuan yang ditemukan warga Genengan, Mojosongo, Jebres, Solo, Selasa (27/12/2016). (JIBI/Solopos/Istimewa) Bayi perempuan yang ditemukan warga Genengan, Mojosongo, Jebres, Solo, Selasa (27/12/2016). (JIBI/Solopos/Istimewa)
Selasa, 27 Desember 2016 19:05 WIB Muhammad Ismail/JIBI/Solopos Solo Share :

PENEMUAN BAYI SOLO
Warga Mojosongo Temukan Bayi dalam Ransel di Selokan

Penemuan bayi Solo, bayi perempuan ditemukan warga Mojosongo dalam tas ransel di selokan.

Solopos.com, SOLO — Warga Kampung Genengan RT 003/RW 012, Mojosongo, Jebres, Solo, digegerkan penemuan bayi berjenis kelamin perempuan di selokan, Selasa (27/12/2016). Bayi tersebut saat ini dirawat di Klinik Mojosongo, Jebres, Solo.

Lurah Mojosongo, Agus Triyono, mengatakan bayi tersebut ditemukan warga bernama Painem, 60, sekitar pukul 13.00 WIB dalam kondisi terbungkus tas ransel warna hitam.  “Painem pulang dari tegalan meloncati selokan dan mendapati benda mencurigakan yang terbungkus di tas ransel. Barang tersebut sempat dikira bangkai hewan kemudian diambil dan dibuang ke tempat sampah,” ujar Agus saat dihubungi Solopos.com, Selasa.

Agus mengatakan Painem menceritakan temuan benda mencurigakan itu kepada tetangganya. Tetangganya kemudian menyarankan untuk mengecek lagi benda yang telah dibuang ke tempat sampah tersebut. Warga khawatir benda itu bukan bangkai hewan.

“Painem kemudian mengambil tas ransel itu dan ternyata ada bayi perempuan di dalamnya. Bayi dalam kondisi lemas tanpa mengenakan baju dan tubuhnya sangat kotor,” kata dia.

Agus menjelaskan warga kemudian memandikan bayi dan memberinya baju agar tidak kedinginan. Setelah itu warga melaporkan temuan bayi itu ke Mapolsek Jebres. Bayi itu lalu dirawat di Klinik Mojosongo.

Sementara itu, Kapolsek Jebres, Kompol Edison Pandjaitan, membenarkan adanya penemuan bayi di Mojosongo. Bayi perempuan memiliki berat 3,2 kg serta panjang 46 sentimeter tersebut diperkirakan baru dilahirkan.

“Kami mendapati jarit warna cokelat di dalam tas serta tali pusar yang disimpan di dalam tas plastik warna hitam,” ujar Edison.

Edison mengatakan di dalam tas juga ditemukan pelampung kecil warna merah yang digunakan untuk mengganjal kepala bayi saat berada di dalam tas ransel. Bayi itu dititipkan di Klinik Mojosongo sementara tali pusarnya dibawa di Klinik Bhayangkara Polresta Solo.

“Kami masih menyelidiki guna menemukan pelaku pembuang bayi di selokan. Sebanyak tiga orang saksi telah dimintai keterangan dalam kasus ini,” kata dia.

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Lebaran dan Wartawan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (23/6/2017). Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Ilmu Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Lebaran tinggal menghitung jam. Semua sibuk menyambut. Tak terkecuali barisan juru…