Pj Walikota Jogja Sulistiyo bersama sejumlah pembicara dari berbagai institusi dalam Gelar Hasil Penegakan Peraturan Daerah Kota Jogja Tahun 2016 yang digelar Dinas Ketertiban Kota Jogja di Hotel Cavinton, Ngampilan, Selasa (27/12/2016). (Holy Kartika N.S /JIBI/Harian Jogja) Pj Walikota Jogja Sulistiyo bersama sejumlah pembicara dari berbagai institusi dalam Gelar Hasil Penegakan Peraturan Daerah Kota Jogja Tahun 2016 yang digelar Dinas Ketertiban Kota Jogja di Hotel Cavinton, Ngampilan, Selasa (27/12/2016). (Holy Kartika N.S /JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 27 Desember 2016 22:55 WIB Holy Kartika N.S./JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

PENEGAKAN PERDA JOGJA
Wow, Ada 6.000 Pelanggaran Selama 2016

Penegakan Perda Jogja berupa penindakan pelanggar hukum

Solopos.com, JOGJA — Jumlah pelanggaran peraturan daerah sepanjang tahun 2016 di Kota Jogja masih sangat tinggi. Sedikitnya lebih dari 6.000 pelanggar yang ditindak Dinas Ketertiban Kota Jogja dalam upaya penegakan Perda.

Baca Juga : PENEGAKAN PERDA JOGJA : Penertiban Toko Jejaring, Sulis Tunggu Pilwalkot Selesai
Kepala Dinas Ketertiban Kota Jogja, Nurwidi Hartana mengatakan tingginya tingkat pelanggaran yang ditindak sepanjang tahun ini menjadi perhatian seluruh pihak. Tingginya angka pelanggaran ini dapat diartikan, kesadaran hukum masyarakat di Kota Jogja masih rendah. Dibuatnya peraturan daerah, kata Nurwidi, bertujuan untuk menciptakan ketentraman, ketertiban, keindahan dan kesejahteraan masyarakat di Kota Jogja.

“Sebenarnya, kesadaran hukum itu sendiri harus dimulai dari diri sendiri. Kalau ditindak dengan denda Rp20 juta, sedangkan pelanggar ini memiliki uang Rp100 juta lalu mau apa. Artinya, bukan semata-mata sanksi kurungan atau denda untuk memberi efek jera, tapi bagaimana mengubah pola perilaku masyarakatnya,” ujar Nurwidi usai Gelar Hasil Penegakan Peraturan Daerah Kota Jogja Tahun 2016 di Hotel Cavinton, Ngampilan, Selasa (27/12/2016).

Lowongan Pekerjaan
MERCHANDISER, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


2

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…