Sepeda motor yang terparkir di kawasan terlarang di Simpang Lima, Kota Semarang, Jateng digembok rodanya dan ditempeli stiker oleh petugas Dishubkominfo Kota Semarang, Senin (26/12/2016). (Facebook.com-Adi) Sepeda motor yang terparkir di kawasan terlarang di Simpang Lima, Kota Semarang, Jateng digembok rodanya dan ditempeli stiker oleh petugas Dishubkominfo Kota Semarang, Senin (26/12/2016). (Facebook.com-Adi)
Selasa, 27 Desember 2016 15:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PARKIR SEMARANG
Kendaraan Digembok Dishub, Tukang Parkir Liar Disalahkan

Parkir di Semarang yang ditertibkan dengan penggembokan memancing reaksi netizen yang mencibir juru parkir liar.

Solopos.com, SEMARANG – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Infrormatika (Dishubkominfo) Kota Semarang menertibkan parkir liar di kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Senin (26/12/2016). Para tukang parkir liar menjadi kambing hitam warga.

Petugas Dishubkominfo Kota Semarang bertindak tegas dengan menggembok roda kendaraan yang terparkir di kawasan dilarang parkir di Simpang Lima. Hal itu pun menuai reaksi publik pengguna Internet (netizen) yang menganggap parkir liar terjadi karena ada juru parkir atau tukang parkir liar.

Perbincangan hangat tentang penggembokan roda dan juru parkir liar itu terjadi di grup Facebook Media Informasi Kota Semarang (MIK Semar). Perbincangan dimulai ketika  salah seorang member yang menggunakan akun Facebook Adi mengunggah foto sepeda motor yang digembok dan ditempeli stiker oleh petugas Dishubkominfo karena parkir di kawasan yang dilarang di kawasan Simpang Lima.

Kiriman itu pun lantas menuai beragam reaksi dari netizen member MIK Semar. Para member menyayangkan tindakan petugas Dishubkominfo yang hanya menggembok roda kendaraan namun tidak menindak tegas para tukang parkir yang sering menganggap kawasan dilarang parkir adalah lahan parkir milik mereka.

“Tukang parkir liar juga harus ditertibkan. Apalagi yang pas datang gak ada dan pas mau pulang ada. Paling parah yang tarif parkir yang gak sesuai undang-undang” tulis pengguna akun Ari Beling.

“Tukang parkir liar juga harus dtindak tuuuh,” saran pengguna akun Toro Krisdian Heru dalam kolom komentar.

Motore digembosi, lha tukang parkire diapake pak Dishub. Soale yang parkir kan manut tukang parkire pak,” tulis pengguna akun Andi Lukito Lallo.

Kendati banyak yang memojokkan tukang parkir liar, masih ada segelintir member MIK Semar yang seakan-akan membela tukang parkir liar. Segelintir member yang membela tukang parkir liar itu mengungkapkan bahwa tukang parkir liar juga terkadang sangat membantu ketika lahan parkir resmi sudah penuh. Beberapa member juga mengungkapkan rasa iba terhadap tukang parkir yang menurut mereka terkadang dipermainkan oleh oknum tertentu. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan kerja
lowongan kerja PT. BPR CENTRAL INTERNATIONAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


1

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…