Rumah korban perampokan disertai pembunuhan di Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016). (Okezone) Rumah korban perampokan disertai pembunuhan di Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016). (Okezone)
Selasa, 27 Desember 2016 17:00 WIB Juli Etha Manalu/JIBI/Bisnis Peristiwa Share :

Motif Pembunuhan Pulomas Belum Terungkap, Ini yang Dilakukan Polisi

Motif pembunuhan di rumah mewah di Pulomas belum terungkap. Polisi pun memperhatikan beberapa hal kecil di TKP.

Solopos.com, JAKARTA — Polda Metro Jaya masih terus mengusut motif di balik penyekapan yang terjadi di kawasan Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, yang terjadi pada Senin (26/12/2016) sore namun baru terungkap pada Selasa (27/12/2016) pagi.

Kasubdit Jatanras AKBP Hendy F. kurniawan menyebutkan pihaknya masih menginvestigasi peristiwa yang menyebabkan tewasnya enam orang korban yang diduga meregang nyawa akibat kehabisan oksigen. “Masih kami dalami, masih intens lakukan investigasi berbagai potensial modus dengan melihat dan hal-hal kecil yang kami temukan di TKP,” katanya, Selasa (27/12/2016).

Menurutnya, pihaknya akan memeriksa enam orang korban selamat untuk dimintai keterangan setelah kondisi fisik dan psikis mereka membaik.
“Kita melihat kondisi kesehatan fisik dan psikis para korban yang selamat. Interogasi ringan sudah kami lakukan untuk percepat pengungkapan,” katanya.

Sebelumnya, 11 orang yang berada dalam sebuah rumah yang beralamat di Jl. Pulomas Utara No. 7A, Kayu Putih, Pulogadung, itu disekap di dalam kamar mandi berukuran 1,5 x 1,5 meter persegi sejak Senin sore hingga Selasa pagi (27/12/2016). Akibat penyekapan ini, enam diantaranya meninggal dunia sementara lima lainnya menjalani perawatan.

Adapun korban meninggal adalah Dodi Triono, 59; Diona Arika Andra Putri, 16; Dianita Gemma Dzalfayla, 9; Amel, Yanto, dan Tasrok, 40.
Sementara itu, lima korban yang saat ini menjalani perawatan antara lain Emi, 41; Zanette Kslila Azaria, 13; Santi, 22; Fitriani, 23; dan Windy, 23.

LOWONGAN PEKERJAAN
Administrasi ( Wanita ) & Manager ( Pria), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…