Rumah korban perampokan disertai pembunuhan di Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016). (Okezone) Rumah korban perampokan disertai pembunuhan di Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016). (Okezone)
Selasa, 27 Desember 2016 22:32 WIB Juli Etha Manalu/JIBI/Bisnis Peristiwa Share :

Korban Sempat Lihat Pelaku Pembunuhan Pulomas, Tapi Sekilas

Korban yang selamat sempat melihat pelaku pembunuhan Pulomas saat kejadian meski sekilas. Korban kini dijaga ketat di RS Kartika.

Solopos.com, JAKARTA — Polda Metro Jaya akan memberlakukan penjagaan lebih ketat di Rumah Sakit (RS) Kartika Pulomas yang menjadi tempat perawatan lima orang korban penyekapan. Mereka merupakan korban sekaligus saksi pembunuhan sadis di rumah Jl. Pulomas Utara 7A, Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timur.

Seperti diketahui, setelah 11 orang ditemukan dalam keadaan tersekap di dalam kamar mandi berukuran 1,5 x 1,5 meter persegi, enam orang korban hidup dibawa ke rumah sakit. Namun nahas, satu orang di antaranya kemudian dinyatakan meninggal. “Ya, pasti dijaga, kata kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol R.P. Argo Yuwono, Selasa (27/12/2016).

Argo melanjutkan, hingga saat ini polisi masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus ini, khususnya mencari pelaku dan motif di balik penyekapan yang berujung kematian 6 orang. Menurut Argo, para korban sempat melihat sosok pelaku yang hingga belum ditemukan polisi.

“Melihat juga, tapi ya lihat sekilas-sekilas, dan nanti akan didalami untuk mengingat kembali apakah pelaku memang dikenal atau tidak,” jelasnya.

Seperti diketahui, sebelas orang yang pada Senin (26/12/2016) sore berada di sebuah rumah Dodi Triono menjadi korban penyekapan hingga Selasa (27/12/2016) pagi. Dodi merupakan satu dari enam korban tewas dalam pembunuhan sadis di rumahnya. Korban lainnya merupakan keluarga dan sopir pribadinya. Mereka adalah Diona Arika Andra Putri, 16; Dianita Gemma Dzalfayla, 9; Amel (teman anak Dodi); Yanto; dan Tasrok, 40.

Sementara itu, lima korban yang saat ini menjalani perawatan antara lain Emi, 41 (pembantu, warga Kampung Cipongpok RT 010/004 Tegallega Lengkong, Sukabumi); Zanette Kslila Azaria, 13 (putri ketiga Dodi); Santi, 22 (warga Cikopong Lengkong Sukabumi); Fitriani, 23 (warga Desa Kemanggungan RT 2/2 Kecamatan Ngalian Kebumen, pembantu); dan Windy, 23 (Dusun Karang Sari RT 04/02 Pancaran Banjarnegara, juga pembantu korban).

lowongan kerja
lowongan kerja CV SATRIA GRAHA UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Etika dan Hukum di Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/6/2017), Agus Riewanto, pengajar Fakultas Hukum UNS Solopos.com, SOLO–Baru saja kita melihat fenomena tindakan persekusi, yakni tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti atau diintimidasi dan dianiaya karena mengekspresikan…