Desain zebra cross mirip papan permainan ular tangga (Instagram @dudisugandi) Desain zebra cross mirip papan permainan ular tangga (Instagram @dudisugandi)
Selasa, 27 Desember 2016 21:10 WIB Peristiwa Share :

KISAH UNIK
Wow, Bandung Desain Zebra Cross Anti-Mainstream

Kisah unik kali ini tentang zebra cross antimainstream.

Solopos.com, BANDUNG – Keunikan Kota Bandung mulai dari kuliner, fashion, hingga keindahan alam menjadikan Ibu Kota Jawa Barat ini menjadi salah satu tujuan wisata. Bandung bahkan dinobatkan sebagai kota desain oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).

Penghargaan tersebut membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung gencar melakukan inovasi demi mempercantik tata kota. Salah satu inovasi terbaru yang dibuat Pemkot Bandung adalah zebra cross unik anti-mainstream.

Biasanya zebra cross alias tempat penyeberangan dibuat dengan garis hitam dan putih. Namun, Anda akan menemukan desain zebra cross unik berwarna-warni  yang berbentuk menyerupai papan permainan ular tangga, seruling, alat musik angklung, hingga gambar permainan tradisional engklek di Kota Bandung.

Desain zebra cross mirip angklung (Instagram @dudisugandi)

Desain zebra cross mirip angklung (Instagram @dudisugandi)

Dilansir akun Facebook Walikota Bandung, Ridwan Kamil, Selasa (27/12/2016), zebra cross itu sengaja dibuat untuk memberi peringatan kepada pengendara motor yang seringkali tidak menaati peraturan lalu lintas.

“Untuk melawan pemotor yang sering tidak taat aturan dengan melewati zebra cross untuk pejalan kaki, maka di Kota Bandung didesain ragam crossing yang lebih komunikatif,” tulis Ridwan Kamil pada keterangan foto zebra cross unik yang diunggahnya.

Postingan Ridwan Kamil tentang zebra cross unik di Kota Bandung (Facebook)

Postingan Ridwan Kamil tentang zebra cross unik di Kota Bandung (Facebook)

Ridwan Kamil mengimbau kepada para pejalan kaki lebih berhati-hati saat menyeberang jalan. “Untuk keselamatan dunia akherat, sebelum menyebrang para pejalan kaki agar selalu menengok ke kiri/kanan, bukan menengok masa lalu, Insya Allah selamat,” pungkasnya.

Desain zebra cross mirip gambar permainan tradisional engklek (Instagram @dudisugandi)

Desain zebra cross mirip gambar permainan tradisional engklek (Instagram @dudisugandi)

Foto zebra cross unik yang diunggah Ridwan Kamil itu langsung dibanjiri komentar para pengakses Internet (netizen). Desain tersebut membuat mereka kagum.

Gak sabar pengen liburan di Kota Bandung, makan murah tapi enak, belanja murah tapi berkualitas, semoga Kota Bandung terus berinovasi menjadi salah satu kota yang sejajar dg kota di belahan dunia lain,” tulis pengguna Facebook Kartika Damayanti.

“Mantap Kang Emil lanjutkan membangun Kota Bandung yang ramah, tertib berlalu lintas. Walaupun saya bukan warga Bandung, tapi saya bangga atas kinerja Kang Emil,” tulis akun Aji Aj’jawawi.

“Sudah sangat bagus sekali Kang Emil, mungkin kualiatas catnya diperbaiki, beberapa saya lihat agak pudar, sy juga suka liatnya,” puji akun Mas Erwin.

Desain zebra cross mirip seruling (Instagram @dudisugandi)

Desain zebra cross mirip seruling (Instagram @dudisugandi)

Meski mendapat banyak pujian, tetap saja ada beberapa netizen yang menilai keputusan membuat zebra cross itu justru akan membuat masalah baru.

“Kreatif namun tdk ada payung hukum, tdk ada kekuatan hukum. Bahasa lain bukan fasilitas penyeberangan yg dilindungi hukum di Indonesia. Pengguna jalan, pengendara maupun penyeberang cenderung akan gagal fokus. Aspek keslamatan perlu dievaluasi kembali. Salut akan usahanya, semoga makin baik lg Kota Bandung.” tulis akun Hikmat Hidayat Putu.

It’s good idea. Tp kl tdk sesuai standar lalu lintas bijimane pak wali? Apa tdk menghilangkan fungsi utamanya? Apa tdk malah bikin bingung atau jd punya arti yg berbeda? sahut akun Farid Prihatman. (Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com)

 

 

 

 

lowongan kerja
lowongan kerja YAYASAN AL-ABIDIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Bung Karno, Lenso, Cha Cha Cakrabirawa

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (2/6/2017). Esai ini karya Albertus Rusputranto P.A., pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah titusclurut@yahoo.co.uk Solopos.com, SOLO — Cakrabirawa adalah nama kesatuan pasukan penjaga Istana…