Sepeda motor yang dikendarai seorang bocah terperosok ke selokan di Kampung Talangsari, Kelurahan Bendan Duwur, Kecamatan Kota Semarang, Jateng, Minggu (25/12/2016). (Facebook.com-Diah Ayu Rahmawati) Sepeda motor yang dikendarai seorang bocah terperosok ke selokan di Kampung Talangsari, Kelurahan Bendan Duwur, Kecamatan Kota Semarang, Jateng, Minggu (25/12/2016). (Facebook.com-Diah Ayu Rahmawati)
Selasa, 27 Desember 2016 12:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

KECELAKAAN SEMARANG
Bocah Masuk Selokan Bersama Motor Jadi Gunjingan Netizen

Seorang anak yang terperosok ke selokan bersama sepeda motor yang dikendarainya menjadi cibiran publik pengguna Internet (netizen).

Solopos.com, SEMARANG – Seorang bocah terperosok bersama sepeda motor yang dikendarainya di Kampung Talangsari, Kelurahan Bendan Duwur, Kecamatan Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (25/12/2016). Kecelakaan yang tak menimbulkan luka berarti pada sang bocah itu menuai cibiran dari publik pengguna Internet (netizen) member Media Informasi Kota Semarang (MIK Semar).

Salah satu anggota grup yang menggunakan akun Facebook Diah Ayu Rahmawati mengunggah foto bocah yang terperosok ke selokan itu seraya mencibir melalui keterangan foto, Senin (26/12/2016) pukul 15.00 WIB. “Ngene ki loh cah cilik wes di cekeli motor dewe. Motore jungkel walik neng got [Begini jika anak kecil sudah diizinkan nmengendarai sepeda motor, terperosok ke selokan bersama sepeda motornya],” tulisnya pada keterangan foto.

Tak berselang lama, kiriman itu langsung dipenuhi puluhan komentar dari member MIK Semar. Banyak yang mengungkapkan rasa geram begitu mengetahui ada anak di bawah umur yang mengendarai sepeda motor di jalan.

Tak hanya itu, beberapa member MIK Semar juga menyalahkan pihak orang tua yang telah mengizinkan anak-anak mengendarai sepeda motor. Pengguna akun Facebook Tito Titi mengungkapkan bahwa orang tua yang memang menyayangi anaknya tak bakalan mengizinkan anaknya yang belum cukup umur mengendarai sendiri sepeda motornya.

Di tengah cibiran yang terus membanjiri kolom komentar, pengguna akun Mat Oriec justru menyarankan kepada semua member MIK Semar untuk mengambil hikmah dari kejadian tersebut. Ia juga menyarankan semua orang tua harus bijaksana dalam mendidik anaknya.

Berdasarkan pantauan Semarangpos.com, hingga Senin (26/12/2016), kiriman tersebut masih terus menjadi bahan diskusi netizen member MIK Semar. Selain itu, kiriman yang menjadi perbincangan hangat di grup MIK Semar itu juga telah dibagikan oleh beberapa member. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan kerja
lowongan kerja PT.BANDARTRISULA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


1

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…