Ilustrasi injak pedal rem. (auto.howstuffworks.com) Ilustrasi injak pedal rem. (auto.howstuffworks.com)
Selasa, 27 Desember 2016 07:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

KECELAKAAN MAGELANG
Pulang dari Kopeng, Bus Warga Jogja terjerembab di Sawah

Kecelakaan di persawahan Magelang dialami rombongan warga Jogja yang baru pulang berwisata ke Kopeng, Getasan, Kabupaten Semarang.

Solopos.com, MAGELANG — Bus pariwisata milik PO Trans Jaya dengan pelat nomor AB 7799 BS, Senin (26/12/2016) sore, mengalami kecelakaan tunggal masuk ke persawahan di Dusun Plalar Desa Pakis Kabupaten Magelang, Senin sore. Rombongan warga Jogja itu baru pulang berwisata dari Kopeng, Getasan, Kabupaten Semarang.

Kecelakaan di persawahan Magelang itu diduga akibat rem bus blong. Dalam kecelakaan tersebut tidak ada korban jiwa, namun puluhan penumpang mengalami luka-luka yang kemudian dilarikan ke sejumlah rumah sakit, yakni RST dr. Soedjono, RSUD Tidar Kota Magelang, RSJ Prof. Dr. Soerojo, dan RSI Magelang.

Bus yang dikemudikan Haryono, warga Wirosaban, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan membawa 47 orang anggota rombongan tersebut, mengalami kecelakaan saat pulang dari Kopeng, Getasan, Kabupaten Semarang. Dalam kecelakaan tersebut, bus sempat menghantam pohon, namun terus meluncur hingga masuk di lahan persawahan yang dalamnya kurang lebih 14 m dari jalan.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut terus berdatangan untuk memberikan pertolongan. Kebetulan juga ada rombongan PMI yang melintas, mereka pun terus menghentikan mobil dan bersama warga serta personel Satlantas Polres Magelang dan personel Koramil Pakis, mengevakuasi korban.

Kasat Lantas Polres Magelang AKP Didi Dewantara mengatakan berdasarkan pemeriksaan di lokasi kejadian dan keterangan kernet, bus diduga mengalami rem blong. “Berdasarkan keterangan saksi dan pemeriksaan di lokasi diduga bus mengalami rem blong. Sebelum masuk di lahan pertanian, bus sempat menghantam pohon di pinggir jalan,” ucapnya.

Menurut dia korban yang rata-rata mengalami luka ringan dilarikan menuju empat rumah sakit. “Kami masih melakukan pendataan korban yang berada di empat rumah sakit. Pendataan kami, korban luka mencapai 41 orang,” imbuhnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…