Tiga anak bermain di pinggir talut dekat Jembatan Sayangan, Laweyan, yang baru selesai dibangun Pemkot Solo, Senin (26/12/2016). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos) Tiga anak bermain di pinggir talut dekat Jembatan Sayangan, Laweyan, yang baru selesai dibangun Pemkot Solo, Senin (26/12/2016). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos)
Selasa, 27 Desember 2016 05:10 WIB Muhammad Ismail/JIBI/Solopos Solo Share :

INFRASTRUKTUR SOLO
Tidak Diberi Pagar Pembatas, Talut Dekat Jembatan Sayangan Bahayakan Warga

Infrastruktur Solo, talut di dekat Jembatan Sayangan berpotensi membahayakan warga.

Solopos.com, SOLO — Pemkot Solo telah selesai membangun Jembatan Sayangan di Kelurahan Laweyan, Kecamatan Laweyan, dengan dana senilai Rp3,817 miliar.

Namun, kondisi talut di dekat jembatan itu dikeluhkan warga karena tidak diberi pagar pembatas. Talut itu bisa membahayakan warga terutama anak-anak yang bermain di dekat talut.

Salah seorang warga, Ardian Firman, mengatakan Jembatan Sayangan dibangun Pemkot Solo untuk menghubungkan Pajang-Laweyan. Pemkot Solo sebelum memulai membangun jembatan berjanji melengkapi fasilitas pagar pembatas pada bagian kanan dan kiri jembatan.

“Kami kaget setelah melihat hasil pembangunan Jembatan Sayangan ternyata tidak dilengkapi pagar pembatas. Warga mempertanyakan konsep awal pembangunan jembatan setelah melihat hasil pembangunan seperti ini,” ujar Ardian saat ditemui Solopos.com di Jembatan Sayangan, Senin (26/12/2016).

Ardian mengatakan ketinggian talut Jembatan Sayangan sekitar 3,5 meter sehingga dapat membahayakan warga. Ia khawatir jembatan ini akan memakan korban jika tidak dibangun pagar pembatas.

“Setiap hari banyak anak-anak bermain di Jembatan Sayangan dan duduk-duduk di pinggir talut. Saya takut mereka terjatuh dan masuk ke Sungai Jenes,” kata dia.

Menurut dia, soal pagar pembatas jembatan sudah pernah disampaikan kepada kontraktor pelaksana pembangunan jembatan. Menurut keterangan pelaksana pembangunan jembatan, pagar pembatas tidak masuk dalam kontrak kerja pembangunan Jembatan Sayangan.

“Kami meminta Pemkot segera melengkapi talut dengan pagar pembatas. Kalau memang belum dianggarkan dibuatkan pagar pembatas sementara dengan bambu,”kata dia.

Hal senada diungkapkan warga lainnya, Suwardi. Menurut dia, Jembatan Sayangan sekarang menjadi tempat bermain anak-anak dari warga Pajang dan Laweyan. Warga khawatir kondisi talut yang tanpa pagar dapat membahayakan mereka.

“Saya pernah mendapati anak berumur 10 tahun bermain di talut jembatan sepedanya terjatuh ke Sungai Jenes. Beruntung anaknya tidak ikut terjatuh ke sungai setelah warga berhasil menyelamatkannya,” kata dia.

Ia berharap Pemkot segera melengkapi talut dengan pagar pembatas yang berfungsi sebagai pengamanan. Sebelum dilengkapi pagar pembatas diharapkan ada petugas Linmas yang menjaga jembatan.

LOWONGAN KERJA
DR. NORMA AESTHETIC CLINIC, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Bumi Pancasila

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/6/2017). Esai ini karya M. Zainal Anwar, dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah zainalanwar@gmail.com Solopos.com, SOLO–Di bawah ideologi Pancasila, menjalani puasa Ramadan di Indonesia menyajikan kemewahan luar…