Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (tengah) bersiap untuk menjalani pemeriksaan di Bareskim, Mabes Polri, Jakarta, Selasa (22/11). Basuki Tjahaja Purnama altau Ahok menjalani pemeriksaan perdana oleh penyidik Bareskrim Polri sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama. ANTARA FOTO/Reno Esnir Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (tengah) bersiap untuk menjalani pemeriksaan di Bareskim, Mabes Polri, Jakarta, Selasa (22/11/2016).(JIBI/Solopos/Antara/Reno Esnir)
Selasa, 27 Desember 2016 10:45 WIB Jafar Sodiq Assegaf/JIBI/Solopos.com/Newswire Peristiwa Share :

Hakim Setuju Sidang Ahok Dipindah ke Gedung Kementan

Hakim menyetujui permohonan jaksa dan kepolisian untuk memindah sidang kasus dugaan penistaan agama.

Solopos.com, JAKARTA – Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut), menolak nota keberatan (eksepsi) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Hakim juga memutuskan sidang selanjutnya akan dipindah ke Gedung Kementerian Pertanian, Jl RM Harsono, Jakarta Selatan.

Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto mengatakan, dakwaan jaksa penuntut umum sah menurut hukum sehingga sidang dilanjutkan. “Mengadili, menyatakan keberatan saudara Basuki Tjahaja Purnama dan penasihat hukum tidak dapat diterima. Menyatakan sah menurut hukum surat dakwaan penuntut umum sebagai dasar penutusan perkara dan memerintahkan untuk melanjutkan perkara,” kata Dwiarso di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gadja Mada, Jakarta, seperti dikutip Solopos.com dari siarkan langsung TVOne, Selasa (27/12/2016).

Dalam sidang ini, Majelis Hakim juga menyetujui lokasi sidang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk selanjutnya tidak lagi di eks gedung PN Jakarta Pusat, Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat.

“Atas dasar permohonan jaksa dan kepolisian, maka persidangan berikutnya kami tunda 3 Januari 2017 di gedung Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan,” kata Dwiarso Budi saat menutup sidang Ahok.

Dalam sidang putusan sela hari ini, majelis hakim memutuskan persidangan perkara Ahok dilanjutkan. Sidang berikutnya beragenda pemeriksaan saksi-saksi. “Sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi,” ujarnya.

Majelis hakim PN Jakut menolak nota keberatan Ahok dalam sidang kasus penistaan agama. Majelis hakim menilai eksepsi Ahok tidak beralasan menurut hukum sehingga sidang harus lanjut ke pokok perkara.

Dalam pertimbangannya majelis hakim menganggap keberatan Ahok soal surat dakwaan tidak cermat dan tidak tepat itu tidak beralasan menurut hukum. Hakim menganggap sidang perlu dibuktikan hingga ke pokok perkara. “Memerintahkan sidang lanjutan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama,” ujarnya.

Terkait keberatan Ahok yang tidak berniat menistakan agama Islam, hakim menilai hal itu perlu dibuktikan di sidang pokok perkara.

“Maka keberatan terdakwa akan diputus setelah pemeriksaan alat bukti, menyatakan keberatan tidak dapat diterima,” ujarnya.

lowongan kerja
lowongan kerja STMIK AUB, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


3

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…