Selasa, 27 Desember 2016 18:20 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Dua Tas Gegerkan Warga, Saat Diperiksa Tim Gegana, Tiba-Tiba Ada Warga Menerobos

Dua buah tas sempat menggegerkan warga di Jalan Sultan Agung 8, Bintaran, Wirogunan, Mergangsan, Kota Jogja, Selasa (27/12/2016) siang.

Solopos.com, JOGJA –  Dua buah tas sempat menggegerkan warga di Jalan Sultan Agung 8, Bintaran, Wirogunan, Mergangsan, Kota Jogja, Selasa (27/12/2016) siang.

Petugas dari Detasemen Gegana Sat Brimob Polda DIY berupaya memeriksa barang tersebut, namun tiba-tiba pemiliknya datang mengambilnya. Tas itu diketahui milik Herman, 54, warga Keputran RT07/RW01 Tegalsari, Surabaya.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh Edi Wibowo, 32, seorang tukang parkir di sebuah pusat perbelanjaan tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). Sekitar pukul 09.30 WIB, ia melihat seseorang meletakkan dua tas dan sebuah helm di pot bunga di sebelah gedung kantor Kadin tersebut.

Merasa curiga dengan tindakan itu, Edi pun mendekati tas kemudian melaporkan kepada polisi yang sedang bertugas di Pos Pengamanan Gereja Bintaran.

Petugas dari Polsek Mergangsan ke lokasi untuk mengecek barang. Dari dua tas tersebut, satu dibuka isinya pakaian. Namun polisi tak berani membuka tas kedua karena benda di dalamnya mencurigakan. Garis polisi pun dipasang sekitar pukul 12.00 WIB lokasi.

Unit Jibom Detasemen Gegana Sat Brimob pun diterjunkan ke TKP karena dikhawatirkan benda tersebut berisi bom. Tetapi, belum sempat Brimob melakukan pemeriksaan terhadap tas itu, tiba-tiba seorang pria yang tak lain adalah Herman menerobos garis polisi untuk mengambil barang tersebut.

“Sekitar pukul 10.00 WIB, kami mendapat informasi ada benda mencurigakan itu dari masyarakat. Kami datangi, mengamankan TKP, memanggil Gegana,” terang Kapolresta Jogja Kombes Pol Tommy Wibisono saat dimintai konfirmasi, Selasa (27/12/2016).

Tommy mengatakan, belum sempat Tim Gegana melakukan pemeriksaan namun pemilik tas itu datang dengan menerobos garis polisi. Pihaknya pun mengamankan pemilik tas itu untuk diperiksa lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan, lanjutnya, Herman mengaku sengaja meninggalkan barang tersebut karena berat.

“Dia membawa dua tas, kebetulan motornya mogok, bermaksud membawa ke bengkel lalu dia meninggalkan tas itu [di TKP]. Saat kembali ternyata sudah banyak orang,” kata Tommy.

Ia memastikan tidak ada barang berbahaya di kedua tas, karena isinya hanya pakaian. Pihaknya mengapresiasi tindakan warga yang aktif menginformasikan kepada polisi guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Barang bukti yang sempat diamankan petugas antara lain, dua tas, jam beker, helm dan pakaian. “Kami apresiasi warga yang melaporkan,” ungkap dia.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…