Dodi Triono, korban pembunuhan sadis di Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur. (Istagram @dianitagemma) Dodi Triono, korban pembunuhan sadis di Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur. (Istagram @dianitagemma)
Selasa, 27 Desember 2016 21:00 WIB JIBI/Solopos/Newswire Peristiwa Share :

Dodi Triono, Korban Pembunuhan Pulomas, Dikenal Dekat dengan Jokowi

Dodi Triono, salah satu korban pembunuhan sadis di Pulomas, disebut sahabatnya cukup dekat dengan Presiden Jokowi.

Solopos.com, JAKARTA — Dodi Triono, 56, pemilik rumah yang menjadi korban pembunuhan sadis di Pulomas Utara, Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timur, disebut-sebut memiliki kedekatan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bahkan ia pernah makan bareng dengan Jokowi.

Ketua RW 16 Kayuputih, Gani mengatakan, Dodi yang berprofesi sebagai arsitek berteman baik dengan Jokowi saat masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. “Pak Jokowi baru jadi gubernur satu bulan saja langsung makan malam sama Pak Dodi, sama saya bareng. Dia dapat ucapan dari Jokowi, ‘Mas apa yang bisa saya bantu’. Diundang makan itu dulu sama Pak Dodi,” tutur Gani, Selasa (27/12/2016), dikutip Solopos.com dari Okezone.

Selain dengan Jokowi, menurut Gani, Dodi juga dekat dengan pejabat lainnya. Korban diketahui jarang berada di rumah karena sering bepergian. “Ya mungkin pengusaha, arsitek mungkin ya. Pak Wali Kota juga hadir. Saya ketemu Pak Dodi cuma hari Sabtu. Sehari-hari [Dodi] ke luar negeri ke Jepang ke Hong Kong,” pungkas Gani.

Sebelumnya, salah satu sahabat korban, Adang Tanuwijaya, mengaku sudah 20 tahun mengenal Dodi. Menurutnya, Dodi merupakan konsultan arsitektur dengan bendera PT DA Internasional. “Dia itu teman grup badminton. Kali terakhir [kami] berkomunikasi Sabtu lalu, sementara sih biasa saja,” kata Adang yang ditayangkan TV One, Selasa sore.

Sahabat Dodi lainnya, Ronny, mengenal korban sebagai tetangga yang baik. Setiap akhir pekan, kata dia, Dodi bersama para sahabatnya berkumpul dan bermain bulutangkis.

Dodi merupakan satu dari enam korban tewas dalam pembunuhan sadis di rumahnya. Korban lainnya merupakan keluarga dan sopir pribadinya. Mereka adalah Diona Arika Andra Putri, 16; Dianita Gemma Dzalfayla, 9; Amel (teman anak Dodi); Yanto; dan Tasrok, 40.

Sementara itu, lima korban yang saat ini menjalani perawatan antara lain Emi, 41 (pembantu, warga Kampung Cipongpok RT 010/004 Tegallega Lengkong, Sukabumi); Zanette Kslila Azaria, 13 (putri ketiga Dodi); Santi, 22 (warga Cikopong Lengkong Sukabumi); Fitriani, 23 (warga Desa Kemanggungan RT 2/2 Kecamatan Ngalian Kebumen, pembantu); dan Windy, 23 (Dusun Karang Sari RT 04/02 Pancaran Banjarnegara, juga pembantu korban).

lowongan kerja, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Bung Karno, Lenso, Cha Cha Cakrabirawa

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (2/6/2017). Esai ini karya Albertus Rusputranto P.A., pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah titusclurut@yahoo.co.uk Solopos.com, SOLO — Cakrabirawa adalah nama kesatuan pasukan penjaga Istana…