Kejadian di Makassar saat sopir bentor ditilang polisi. (Istimewa/Instagram/muhammadrezki36) Kejadian di Makassar saat sopir bentor ditilang polisi. (Istimewa/Instagram/muhammadrezki36)
Selasa, 27 Desember 2016 14:30 WIB Jafar Sodiq Assegaf/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

Ditilang Polisi, Sopir Bentor Sodorkan SIM Boy Anak Jalanan

Aiptu Guritno nampak kesal lantaran disodori SIM mainan.

Solopos.com, MAKASSAR – Kisah unik dialami anggota Satlantas Polrestabes Makassar, Aiptu Guritno yang berusaha menilang sopir becak motor (bentor), Senin (26/12/2016). Sopir yang tidak diketahui namanya itu dengan spontan mengeluarkan surat izin mengemudi (SIM) yang ternyata cuma mainan.

Kisah ini diceritakan akun Instagram resmi Korlantas yang diambil dari unggahan akun muhammadrezki36. Foto menandai lokasi kejadian di Jl. A. Yani, Makassar.

Angg. Sat Lantas Polrestabes Makassar (Aiptu Guritno ) Melakukan penindakan berupa tilang kepada pengendara Bentor yg melawan arus. Setelah kelengkapan diperiksa ybs malah memperlihatkan sim palsu,” tulis akun muhmmadrezki36, Senin.

Gambar yang diunggah memperlihatkan foto kolase SIM tampak depan dan belakang dengan latar belakang Aiptu Guritno mencatat surat tilang untuk pengendara bentor.

SIM itu memperlihatkan nama Boy, alamat di Jakarta Timur dengan pekerjaan sebagai artis. Lucunya yang menandatangani adalah Mawardi dengan salah satu gelarnya S.Teh yang jika diucapkan mirip dengan pengucapan es teh.

Foto ini tentu langsung menjadi viral di jejaring sosial. Berbagai komentar kocak bermunculan dari netizen. Ada yang menyebut sopir bentor itu nekat, ada pula yang bercanda menyebut Boy hidup kembali.

Masih hidup si boy,” tulis reynaldoalreverend.

Boy sudah meninggal pak hahaha,” kata opupangeraaan.

Efek kakean [terlalu banyak] sinetron alay” purnomo.andrie.

Negara yang hancur gara2 sinetron,KPI gimana ini urusannya?kembalikan acara anak yg edukatif kartun&amien tidak mengandung unsur pornografi kecuali hentai,” pejuang_medsos.

lowongan kerja
lowongan kerja SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Bukan Penerus Sastra Jawa Modern

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (22/7/2017). Esai ini karya Bisri Nuryadi, seorang guru Bahasa Jawa dan pembaca setia Rubrik Jagad Jawa Solopos. Alamat e-mail penulis adalah bisrinuryadi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Wong Jawa patut berterima kasih kepada Ki Padmasusastra (1843-1926), bapak…