Sejumlah warga melakukan kerja bakti untuk membersihkan puing-puing rumah milik Samsudin yang tersapu angin kencang pada Minggu (16/10/2016) siang. (Foto istimewa) Sejumlah warga melakukan kerja bakti untuk membersihkan puing-puing rumah milik Samsudin yang tersapu angin kencang pada Minggu (16/10/2016) siang. (Foto istimewa)
Selasa, 27 Desember 2016 13:20 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

BENCANA GUNUNGKIDUL
Pohon Timpa Rumah, 2 Warga Terluka, Salah Satunya Balita

Bencana Gunungkidul terjadi berupa angin kencang

Solopos.com, GUNUNGKIDUL- Dua orang warga satu diantaranya balita luka-luka, tertimpa puing bangunan akibat pohon tumbang yang terjadi di Dusun Pace B, Hargomulyo, Gedangsari, Gunungkidul, Selasa (27/12/2016) dini hari. Bencana alam masih mengancam wilayah Gunungkidul.

Pohon tumbang menimpa rumah milik Giyono, 33 pada Rabu dinihari sekitar pukul 05.00 WIB. Bencana itu terjadi setelah angin kencang melanda Dusun Pace B. Kejadian itu menyebabkan dua penghuni rumah mengalami luka.

Ngadini isteri dari Giyono menceritakan, sekitar pukul 05.00 WIB, angin bertiup kencang. “Terdengar suara gluduk-gluduk dari atas, saya kira hanya pohon bambu yang tumbang,” ungkap Ngadini ditemui di rumahnya.

Perempuan 30 tahun itu lalu bangkit hendak menggendong putrinya Lutvia Talita Zahra yang tengah terbaring di kamar. Belum sempat meraih putri bungsunya itu, atap rumah sudah berjatuhan menimpa kepala Ngadini.

Genteng yang jatuh itu juga mengenai kepala bagian kanan balita 19 bulan itu. Keduanya lari ke luar rumah menyelematakan diri. “Setelah saya keluar saya baru tahu ternyata yang menimpa rumah itu bukan pohon bambu tapi kayu sengon,” tutur dia.

Beruntung kata Ngadini, putri pertamanya Aisyah Ayu Ramadhani, 5 luput dari tertimpa bangunan. Sedangkan suaminya Giyono saat kejadian sudah beranjak dari rumah untuk bekerja.

Akibat kejadian itu, Ngadini harus mendapat tiga jahitan di kepala bagian belakang. “Saya dirawat bidan karena masih pagi sekali belum bisa ke puskesmas. Anak saya ini juga luka bagian kepala, tapi mau dijahit bidannya enggak bernai cuma dikasi obat,” ujarnya.

lowongan kerja
lowongan kerja Perusahaan Distribusi Bahan Bangunan, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


3

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…