garis polisi Ilustrasi garis polisi (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/SOLOPOS)
Selasa, 27 Desember 2016 16:36 WIB Adib Muttaqin Asfar/JIBI/Solopos Peristiwa Share :

Barang Utuh, Aksi Sadis di Pulomas Belum Dipastikan Perampokan, Tapi Pembunuhan

Aksi sadis di Pulomasi yang menewaskan 6 orang belum dipastikan sebagai perampokan. Motif pembunuhan masih dicari polisi.

Solopos.com, JAKARTA — Peristiwa sadis yang menimpa keluarga Dodi Triono, 59, di Jl. Pulomas Utara, No. 7A RT Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timur (Jaktim), belum dipastikan sebagai perampokan. Pasalnya, polisi belum menemukan adanya barang milik korban yang hilang diambil oleh pelaku.

Hal itu diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes R.P. Argo Yuwono, di lokasi kejadian. Menurut Argo, polisi masih mencari dan menyelidiki motif pelaku menjalankan aksi sadis tersebut. “Tidak ditemukan barang hilang, masih di tempat barang-barang yang ada. Jadi penyidik masih mencari, memyidik motifnya,” Argo, Selasa (27/12/2016), yang ditayangkan live oleh TV One.

Hingga pukul 16.00 WIB, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi telah mengevakuasi lima jenazah korban yang meregang nyawa di kamar mandi. Polisi juga telah mengidentifikasi kelima jenazah, khususnya untuk luka luar di tubuh mereka.

“Lalu 5 [jenazah] korban akan dibawa ke RS [Polri] Kramatjati, lalu juga dilanjutkan korban yang meninggal di RS Pulomas,” lanjut Argo.

Jenazah dimasukkan ke dalam kantong-kantong untuk dievakuasi ke RS Kramatjati. Sementara itu, hingga saat ini korban selamat, yaitu anak Dodi, di masih trauma. Dia masih menangis dan diam atau tidak bisa mengatakan apa-apa. Pemeriksaan masih menunggu kondisi psikologis korban kembali normal.

Kejadian sadis ini diduga terjadi pada Senin (26/12/2016) pukul 15.00 WIB atau sore hari. Namun, kejadian ini baru diketahui pada Selasa pagi saat teman anak pertama korban datang ke rumah itu untuk menemui temannya.

“Jadi ini ceritanya, temannya anak [Dodi] yang nomor satu, ngajak pergi. Tapi telepon [anak korban] kok enggak masuk-masuk. Akhirnya dia datang, manggil-manggil enggak ada yang jawab. Dia masuk, takut, lalu lari ke sekuriti,” jelas Argo.

Adapun korban meninggal adalah Dodi Triono, 59; Diona Arika Andra Putri, 16; Dianita Gemma Dzalfayla, 9; Amel, Yanto, dan Tasrok, 40. Sementara itu, lima korban yang saat ini menjalani perawatan antara lain Emi, 41; Zanette Kslila Azaria, 13; Santi, 22; Fitriani, 23; dan Windy, 23.

Lowongan Pekerjaan
MERCHANDISER, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


1

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…