Pasukan Batalyon Infanteri 403 Wirasada Pratista sebagai Satgas Perbatasan. (JIBI/Solopos/Antara/Sigid Kurniawan) Pasukan Batalyon Infanteri 403 Wirasada Pratista sebagai Satgas Perbatasan. (JIBI/Solopos/Antara/Sigid Kurniawan)
Senin, 26 Desember 2016 12:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

Yonif 403/Wirasada Pratista ke Perbatasan Malaysia

Yonif 403/Wirasada Pratista ditugaskan menjaga perbatasan RI-Malaysia.

Solopos.com, SEMARANG — Sebanyak 350 personel Batalyon Infanteri (Yonif) 403/Wirasada Pratista, Jumat (23/12/2016), diberangkatkan ke Kalimantan untuk menjaga kawasan perbatasan Republik Indonesia (RI) dan Malaysia.

Pasukan Yonif 403/Wirasada Pratista ke wilayah perbatasan negara itu berangkat dengan menggunakan kapal laut dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang setelah dilepas Kepala Staf Kodam IV/ Diponegoro Brigjen TNI Joni Supriyanto. Para personel Yonif 403 itu akan menggantikan Yonif 713 Kodam VII/Wirabuana dan Yonif 614 Kodam VI/Mulawarman yang telah selesai bertugas.

Dalam amanatnya, Kasdam meminta para prajurit untuk segera menyesuaikan diri dengan kondisi serta situasi di perbatasan RI-Malaysia. “Banyak permasalahan menonjol di perbatasan yang perlu diwaspadai,” katanya.

Ia mencontohkan masalah pelintas batas secara ilegal, pembalakan liar, serta penyelundupan narkotika. Tugas lain yang tidak kalah penting, lanjut dia, pembinaan teritorial, khususnya bagi rakyat di kawasan perbatasan.

“Jaga kekompakan, loyalitas, dan disiplin agar dapat melaksanakan tugas dengan baik,” katanya di hadapan ratusan prajurit. Prajurit Yonif 403/Wirasada Pratista itu akan ditugaskan tersebar di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…