Bus baru Trans Jogja berwarna biru siap mengaspal, Rabu (25/5/2016). (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja) Bus baru Trans Jogja berwarna biru siap mengaspal, Rabu (25/5/2016). (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 26 Desember 2016 13:55 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

TRANSPORTASI JOGJA
DIY Terima Hibah 40 Bus

Transportasi Jogja mendapatkan dukungan dari Kementerian Perhubungan

Solopos.com, JOGJA- Dinas Perhubungan DIY memastikan akan menerima bus hibah dari Kementerian Perhubungan sebanyak 40 unit untuk memperkuat armada Trans Jogja.

Sebanyak 20 unit telah diterima Dishub DIY pada pekan lalu dan dititipkan di garasi milik operator yang juga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Anindya Mitra Internasional (AMI) di Jalan Wates Km. 7, Gamping, Sleman.

Dengan adanya kepastian hibah armada dari Pemerintah Pusat itu, Dishub DIY semakin memantapkan untuk melakukan perombakan Trans Jogja yang akan digulirkan pada April 2017 mendatang. Dishub DIY akan mengoperasikan 154 unit Trans Jogja dengan peningkatan dari delapan menjadi 17 jalur.

Penambahan rute Trans Jogja ini telah diatur dalam Pergub DIY No. 22/2014 tentang Jariangan Trayek Perkotaan Trans Jogja. Dalam Pasal 3 ayat 1 dinyatakan bahwa penyelenggaraan trayek berjumlah 17 trayek terdiri atas enam trayek berpasangan dan lima trayek pulang pulang pergi.

Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Haryanta menyatakan, pihaknya telah mendapatkan kepastian hibah sebanyak 40 unit bus untuk mendukung pengembangan Trans Jogja.

Sebanyak 20 unit sudah tiba di DIY pada pekan lalu yang kini dititipkan di garasi bus milik PT AMI di Jalan Wates Km. 7 Gamping, Sleman. Sedangkan sisanya 20 unit akan tiba pada pekan ini untuk kemudian diserahterimakan.

“Saat ini kami titipkan di garasi Purosani [PT AMI] 20 unit yang baru tiba itu, karena kami tidak ada tempat,” terang Sigit Minggu (25/12/2016).

Sigit menambahkan spesifikasi bus hibah tersebut sama dengan armada Trans Jogja terbaru yang saat ini dioperasikan. Hanya saja, jika sebelumnya bermerek Hino, hibah baru ini bermerek Izuzu serta berbeda warnanya. Ia tak mempersoalkan perbedaan mereka itu karena spesifikasinya sama.

Ia meyakini bus tersebut dalam kondisi baik seperti hibah diterima sebelumnya yang tidak bermasalah. Oleh karena itu pihaknya tidak perlu melakukan uji coba di jalanan, sampai sebelumnya kelengkapan surat-surat terpenuhi.

“Sama dengan bus lama kapasitas medium, kita tidak bisa memilih pada salahsatu merek tertentu. Informasinya saya tidak tahu berapa [harga pasti per unit], yang penting di situ ada spesifikasi,” kata dia.

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Kemandirian Koperasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (12/7/2017). Esai ini karya Edy Purwo Saputro, dosen di Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah E.Purwo.Saputro@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO–Memaknai gerakan koperasi pada dasarnya memberikan komitmen bagi kemajuan gerakan koperasi pada era…