Menu olahan ikan gindara (Foto istimewa/dokumen)
Senin, 26 Desember 2016 11:55 WIB Kusnul Isti Qomah/*/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

TIPS KESEHATAN
Turunkan Kolesterol dengan Konsumsi Ikan Gindara

Tips kesehatan untuk nenurunkan kolesterol bisa mengunkan ikan gindara

Solopos.com, SLEMAN–Banyak cara yang dilakukan orang untuk menurunkan kolestrol. Bahkan, ada beberapa yang berusaha diet atau mengurangi makan. Hal berbeda ditawarkan Warung Terapi Wong Jogja yang menawarkan terapi dengan makan ikan malaikat atau gindara.

Pemilik Warung Terapi Wong Jogja Susi Novita mengungkapkan, menu yang disuguhkan adalah ikan gindara. Ikan ini terkenal mampu membersihkan usus, khususnya membawa serta lemak dalam usus. Olahan ikan dengan nama latin escolar ini diyakini mampu membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Sebab, minyak ikan gindara mengandung omega 9 dan juga lemak tak jenuh.

“Kandungan ini yang membantu menstabilkan jumlah kolesterol dalam tubuh dan juga membantu mengontrol kadar lemak jahat. Dengan catatan, cara memasaknya tidak menggunakan minyak goreng,” kata Susi Novita bersama rekan bisnisnya Tri Sumiyarti dalam rilis yang diterima Solopos.com, Minggu (25/12/2016).

Susi mengungkapkan, ikan gindara mirip ikan tongkol. Rasa dan tekstur dagingnya pun serupa. Jadi sangat pas jika disajikan dengan menu sup, pepes, atau bakar. Minyak ikan ini mengandung 2,29% lemak jenuh, 88,7% minyak tak jenuh tunggal, 8,9% lemak tak jenuh, dan DHA sebanyak 2,95% dari total berat ikan. Wajar jika gindara juga diyakini membantu meningkatkan sistem imun tubuh dari beberapa jenis penyakit, seperti demam, flu, dan batuk.

Saat ini, Warung Terapi Wong Jogja masih mempromosikan menu ikan gindara ini dengan harga yang terjangkau. Untuk satu paket sajian olahan sup, pepes atau bakar dibandrol Rp35.000. Satu paket ini sudah mendapatkan olahan ikan gindara, nasi merah, lalapan, sambal, buah, dan minum.

“Kami memang masih promo, karena ingin membiasakan pada masyarakat untuk mengkonsumsi ikan gindara. Saat ini banyak yang berminat olahan sup, sedangkan menu bakar dan pepes masih kurang diminati,” kata Susi.

Meskipun ikan malaikat ini sangat nikmat, namun tidak bisa dikonsumsi setiap hari. Makanya, Warung Terapi Wong Jogja menerapkan sistem terapi bukan menjual sebanyak-banyaknya. Mengonsumsi ikan ini rutin hanya tiga hari sekali.

“Terapi yang kami lakukan dengan cara mengingatkan para pelanggan setelah mencoba menu olahan kami. Jika akhirnya tidak bisa mengonsumsi dengan datang langsung, kami mengantarkan olahan ikan gindara yang penting masih di area Sleman, Bantul, dan Jogja,” kata Susi.

Selain ikan gindara, Warung Terapi Wong Jogja juga menyediakan menu ikan gabus/kutuk. Ikan gabus diyakini memiliki manfaat mempercepat penyembuhan luka paska operasi, baik untuk pencernaan, memperbaiki gizi buruk, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Pemilik Warung Terapi Wong Jogja Tri Sumiyarti menambahkan ikan gabus ini memang agak sulit diolah. Namun dengan olahan yang pas, maka ikan ini bisa dihidangkan sangat nikmat. “Selain itu, tergantung bahan ikan gabusnya. Kalau kami memang fokus ikan gabus yang masih hidup untuk diolah. Jadi bukan ikan yang sudah mati lebih dari sehari,” jelas pemilik Yogya Chicken itu.

Jika tidak suka dengan olahan ikan gabus, Warung Terapi Wong Jogja juga menyediakan kapsul ikan gabus. Jadi terapi bisa dilakukan tanpa harus mengkonsumsi olahan ikan gabus, cukup meminum kapsul yang memang isinya ikan gabus yang dikeringkan .

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…