Solopos Hari Ini Senin (26/12/2016) Solopos Hari Ini Senin (26/12/2016)
Senin, 26 Desember 2016 09:45 WIB Haryo Prabancono/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

SOLOPOS HARI INI
Paus Fransiskus: Natal Tersandera Materialisme

Solopos hari ini mengabarkan Paus Fransiskus yang menyebut Natal tersandera materialisme sehingga dibutuhkan kerendahan hati dalam setiap perayaan Natal.

Solopos.com, SOLO — Paus Fransiskus mengatakan makna Natal telah tersandera materialisme sehingga dibutuhkan kerendahan hati dalam setiap perayaan Natal. Hal itu disampaikan Paus dalam Misa Natal di Vatikan, Sabtu (24/12/2016) waktu setempat.

Dalam misa itu, Paus mengecam penderitaan anak-anak yang terus berlangsung hingga dunia yang masih menghadapi kelaparan. Dia mengatakan banyak umat terobsesi membeli hadiah, pesta, dan mementingkan diri sendiri sehingga lebih diperlukan kerendahan hati. ”Jika ingin merayakan Hari Natal yang sesungguhnya, kita harus merenungkan kalimat ini, Tuhan selalu ada di tiap kehidupan kita,” kata Paus.

Dalam misa yang dihadiri 10.000 orang termasuk para kardinal dan uskup, dia menyebutkan negara maju harus mengingat makna Natal adalah kerendahan hati, kesederhanaan, dan misteri. Penjagaan di Vatikan selama Misa Natal dilakukan dengan ketat. Para jemaat di Basilika St. Peter harus melewati detektor logam.

Kabar Paus Fransiscus mengatakan makna Natal tersandera materialisme menjadi headline Harian Umum Solopos hari ini, Senin (26/12/2016). Harian Umum Solopos hari ini juga mengabarkan Densus 88 tembak mati teroris di Purwakarta, geliat futsal Solo, dan perampokan di Solo.

Simak cuplikan kabar Harian Umum Solopos hari ini, Senin:

PEMBERANTASAN TERORISME : Jaringan Peneror Terus Diburu

Densus 88 Antiteror terus memburu jaringan peneror yang akan beraksi pada Natal dan Tahun Baru. Dua orang terduga teroris ditembak mati mdi kolam apung Waduk Jatiluhur,n Purwakarta, Jawa Barat, Minggu (25/12/2016). Dua orang itu siap menjadi calon pengantin (pelaku bom) yang akan beraksi pada malam Tahun Baru.

Selain menembak dua terduga teroris, Densus 88 Antiteror juga menangkap dua orang lainnya. Dua orang yang ditembak mati adalah Abu Sofi alias Abu Azis alias Mas Brow dan Abu Faiz. Dua orang lainnya yang ditangkap adalah Rijal alias Abu Arham, 29, dan Ivan Rahmat Syarif, 28. ”Para terduga teroris akan merencanakan aksi pidana terorisme pada Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2017,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol. Boy Rafli Amar, Minggu.

Dia menyatakan empat orang itu berafiliasi dengan Bahrun Naim. Naim merupakan warga Pasar Kliwon, Solo, yang menjadi salah satu petinggi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah. Naim merupakan mantan narapidana kasus penyimpanan amunisi beberapa tahun lalu.

Simak selengkapnya: epaper.solopos.com/

GELIAT FUTSAL SOLO : Mencari Jatidiri untuk Mandiri

Ada anggapan futsal merupakan saudara tiri dari sepak bola. Anggapan itu agaknya tidak berlebihan, setidaknya dalam hal keorganisasian. Selama ini, futsal selalu menginduk pada organisasi sepak bola. Di tingkat internasional, futsal bagian dari FIFA.

Sampai di tingkat nasional, cabang olahraga ini juga menginduk pada PSSI dengan nama Asosiasi Futsal Indonesia. Meski memiliki AD/ART sendiri, namun penyatuan cabang ini dinilai masih terlalu mengekang bagi sebagian pengurus futsal.

Pengurus futsal di Solo enggan merasa terkekang dengan regulasi tersebut. Sejak diangkat sebagai pengurus futsal di tubuh Askot PSSI Solo, Rumi Iqbal Doewes, membuat terobosan dengan memisahkan olahraga ini dengan induk organisasi sepak bola di tingkat kota. Maka dibuatlah Asosiasi Futsal Kota (AFK) Solo.

Alasannya, Rumi ingin futsal lebih mandiri, khususnya dalam hal pembiayaan. Dengan berdiri sendiri menjadi cabang olahraga di bawah KONI, AFK juga lebih bebas dan leluasa dalam mengatur rencana program.

Simak selengkapnya: epaper.solopos.com/

TINDAK KRIMINALITAS : Sekap Pembantu, Perampok Kuras Harta Pengusaha

Kawanan perampok beraksi di rumah pengusaha, Handoko, warga Kepatihan Kulon, Kecamatan Jebres, Solo, Minggu (25/12/2016) siang. Pelaku menyekap penjaga rumah dan membawa lari perhiasan serta uang tunai dengan total mencapai Rp20 juta.

Informasi yang dihimpun, kawanan perampok beraksi sekitar pukul 13.00 WIB.Dua perampok bertamu mengaku sebagai penjahit. Saat itu korban tengah menjaga rumah yang ditinggal pergi ke majikannya berlibur ke Bali.

Korban mempersilakan kawanan perampok masuk rumah. Ketika penjaga rumah lengah, perampok beraksi dengan menodongkan pisau dan menyekap korban di sebuahn kamar. Kamar tersebut dikunci para pelaku.

”Saat kejadian kondisi rumah sepi, pemilik sedang berada di luar kota. Hanya ada seorang pembantu rumah tangga dan disekap di kamar,” kata Kasatreskrim Polresta Solo Kompol Agus Puryadi.

Simak selengkapnya: epaper.solopos.com/

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Guru Sejarah Melawan Intoleransi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (11/7/2017). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Sabtu (8/7) lalu alumnus angkatan 1985 Pendidikan Sejarah Universitas Sanata Dharma Yogyakarta…