Situasi rumah milik Handoko, 54, Kampung Kepatihan Kulon No. 35, RT 004/RW 001, Kepatihan Kulon, Jebres, yang dirampok, Minggu (25/12/2016). Foto diambil Senin (26/12/2016). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos) Situasi rumah milik Handoko, 54, Kampung Kepatihan Kulon No. 35, RT 004/RW 001, Kepatihan Kulon, Jebres, yang dirampok, Minggu (25/12/2016). Foto diambil Senin (26/12/2016). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos)
Senin, 26 Desember 2016 18:40 WIB Muhammad Ismail/JIBI/Solopos Solo Share :

PERAMPOKAN SOLO
Aksi Perampok Rumah Pengusaha Kepatihan Kulon Terekam Kamera CCTV Tetangga

Perampokan Solo, polisi terus memburu perampok rumah pengusaha Kepatihan Kulon.

Solopos.com, SOLO — Aparat Polresta Solo terus menyelidiki guna menangkap kawanan perampok yang menguras harta dan menyekap pembantu rumah pengusaha, Handoko, 54, di RT 004/RW 001, Kepatihan Kulon, Jebres, Solo.

Aksi perampok yang berjumlah dua orang itu terekam kamera closed circuit television (CCTV) tetangga Handoko. Polisi telah mengambil rekaman kamera CCTV itu untuk keperluan penyelidikan.

Sejauh ini polisi telah memeriksa dua saksi dalam kasus perampokan yang terjadi pada Minggu (25/12/2016) siang itu. Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi, mengatakan kedua orang saksi yang dimintai keterangan polisi yakni tetangga dan pembantu rumah tangga Handoko, Suwarni, 60. (Baca juga: Perampok Rumah Pengusaha Kepatihan Kulon Diduga Orang Dekat Korban)

Menurut kedua saksi itu, pelaku perampokan berjumlah dua orang. “Pelaku perampokan berjumlah dua orang dengan menggunakan sepeda motor yang diparkir tak jauh dari rumah korban. Kami masih menyelidiki kasus ini,” ujar Agus saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (26/12/2016).

Dalam kasus perampokan tersebut, Handoko kehilangan uang senilai Rp20 juta yang disimpan di laci kamar. Perhiasan cincin dan kalung milik pembantu juga diambil pelaku. “Kami langsung melakukan olah TKP [tempat kejadian perkara] setelah menerima laporan,” kata dia.

Ia menjelaskan modus pelaku membunyikan bel di gerbang pintu rumah serta mengaku sebagai tamu pemilik rumah. Setelah pintu dibuka pelaku langsung menyekap pembantu. Setelah itu pelaku menguras harta milik korban.

“Kami mengimbau warga lebih hati-hati menjaga rumah. Keamanan rumah harus diperhatikan dengan memasang kamera CCTV,” kata Agus yang sebelumnya menjabat Kapolsek Laweyan.

LOWONGAN KERJA
DR. NORMA AESTHETIC CLINIC, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Bumi Pancasila

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/6/2017). Esai ini karya M. Zainal Anwar, dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah zainalanwar@gmail.com Solopos.com, SOLO–Di bawah ideologi Pancasila, menjalani puasa Ramadan di Indonesia menyajikan kemewahan luar…