ilustrasi (JIBI/dok) ilustrasi (JIBI/dok)
Senin, 26 Desember 2016 23:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

PENIPUAN TRENGGALEK
Modus Penipuan Berkedok Undian Marak, 2 Warga Jadi Korban

Penipuan dengan modus undian berhadiah saat ini marak di Trenggalek.

Solopos.com, TRENGGALEK — Modus penipuan berkedok undian berhadiah kembali marak di wilayah Trenggalek. Dalam sepekan terakhir, dua warga melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Trenggalek karena tertipu dengan modus undian berhadiah dengan kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Modus penipuan seperti ini sudah marak terjadi di Trenggalek dan daerah lainnya. Pelaku memperdaya masyarakat dengan berbagai cara, seperti menempatkan brosur dalam kemasan produk tertentu dan ada ditempel di pinggir jalan.

Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Sumi Andana, mengatakan dengan lihainya pelaku meyakinkan korban dengan selebaran berisi izin dari kepolisian lengkap dengan logo serta stempel kedinasan. Selain itu, pelaku juga menyertakan surat yang dibuat seolah-olah resmi dari perusahaan produk tersebut dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

Masyarakat yang terkecoh dengan tipu daya itu akan mentransfer sejumlah uang dengan alasan biaya administrasi atau ongkos kirim barang. “Bagi masyarakat awam mendapatkan hadiah mobil mewah bak mendapat durian runtuh. Mereka rela pinjam uang ke tetangga dan keluarga untuk dikirimkan kepada pelaku karena merasa hadiah yang didapat resmi. Namun setelah ditunggu sekian lama, mobil yang dijanjikan juga tidak kunjung datang,” terang dia, Senin (26/12/2016).

Andana menuturkan dalam sepekan terakhir ada dua warga yang melapor ke polisi karena menjadi korban dengan modus undian berhadiah itu. Dia menuturkan saat ini petugas Polres Trenggalek sudah menyelidiki kasus ini.

“Semoga pelaku segera tertangkap,” jelas Andana yang dikutip Madiunpos.com dari polrestrenggalek.com, Senin.

Menurut dia, penipuan bermodus undian berhadiah ini bekerja dalam jaringan dan memanfaatkan keluguan masyarakat yang mudah terkecoh. Selain undian berhadiah, ada juga kasus penipuan dengan menebar amplop berisi berkas-berkas penting dan cek bernilai ratusan juta rupiah.

Ketika warga yang menemukan amplop tersebut hendak mengembalikannya, justru korban akan ditipu dan uang di rekening banknya akan dikuras. “Masyarakat harus cerdas, jangan mudah percaya dnegan iming-iming hadiah apalagi harus mentransfer sejumlah uang. Silakan koordinasi dan melapor melalui Bhabinkamtibmas saat mendapati modus penipuan undian berhadiah seperti itu,” kata Kapolres Trenggalek, AKBP Donny Adityawarman.

Donny menuturkan Bhabinkamtibmas harus aktif menyosialisasikan hal itu kepada masyarakat. Selain itu, untuk langkah preventif lainnya yaitu dengan membuat brosur dan pamflet yang disebar dan ditempelkan di lokasi strategis.

“Untuk lebih efektif lagi, kami juga membuat broadcast message yang wajib disebarkan anggota memalui grup WA, Facebook, dan media sosial lainnya,” ujar dia.

lowongan kerja
lowongan kerja CV. CATUR SENTOSA ADIPRANA,Tbk, Cabang Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Banner Toko

Kolom

GAGASAN
Kasus Klaten Mengingat Pejabat Pengingkar Amanat

Gagasan Solopos ini telah terbit di HU Solopos Edisi Rabu (4/1/2017). Buah gagasan Muhammad Milkhan, pengurus cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Klaten yang beralamat email di milkopolo@rocketmail.com. Solopos.com, SOLO — Predikat laknat memang pantas disematkan kepada para pejabat yang mengingkari amanat. Para pejabat…