Seorang warga melihat puing-puing reruntuhan dua ruang kelas SD Negeri 02 Tugurejo yang dirobohkan karena rusak akibat bencana tanah gerak, Senin (26/12/2016). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Seorang warga melihat puing-puing reruntuhan dua ruang kelas SD Negeri 02 Tugurejo yang dirobohkan karena rusak akibat bencana tanah gerak, Senin (26/12/2016). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Senin, 26 Desember 2016 15:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

PENDIDIKAN PONOROGO
Membahayakan, 2 Ruang Kelas SDN 02 Tugurejo Dirobohkan

Pendidikan Ponorogo, dua ruang kelas di SDN 02 Tugurejo dirobohkan.

Solopos.com, PONOROGO — Dua ruang kelas di SD Negeri 02 Tugurejo, Kecamatan Slahung, Ponorogo, akhirnya dirobohkan. Hal ini karena dua ruang kelas tersebut rusak cukup parah akibat tanah bergerak, beberapa pekan lalu.

Pantauan Madiunpos.com di SDN 02 Tugurejo, Senin (26/12/2016), reruntuhan bangunan dua ruang kelas di sekolah dasar itu masih menumpuk di lokasi. Perabotan seperti kursi, meja, papan tulis, dan lainnya ditempatkan di halaman sekolah.

Kepala SDN 02 Tugurejo, Mujiono, mengatakan dua ruang kelas di SDN 02 Tugurejo dirobohkan pada Minggu (18/12/2016) setelah penerimaan rapor siswa. Dua ruang kelas tersebut terpaksa dibongkar karena kondisi fisik bangunan sudah rusak parah dan dikhawatirkan roboh ketika tanah bergerak lagi. (Baca juga: Kepala SDN 02 Tugurejo Usulkan Sekolah Direlokasi)

“Dua ruang kelas yang terdiri atas ruang kelas III dan IV itu pada saat terjadi bencana tanah bergerak beberapa pekan lalu memang mengalami kerusakan paling parah,” jelas dia, Senin.

Pembongkaran dua bangunan ini, kata Mujiono, sudah mendapat persetujuan dari Dinas Pendidikan Ponorogo. Selanjutnya ia akan mengajukan proposal pembangunan dua ruang kelas pengganti kepada pemerintah setempat.

Untuk sementara waktu siswa kelas III dan IV akan belajar di ruang perpustakaan dan ruang karawitan yang kondisinya masih bagus. “Saat ini seluruh siswa kan masih liburan hingga 2 Januari 2017, siswa kelas III dan IV nanti menempati ruang perpusatakaan dan karawitan saat sudah masuk lagi,” jelas Mujiono.

Mengenai usulan Dinas Pendidikan Ponorogo untuk memindahkan kegiatan belajar di sekolah lain, ia kurang sepakat karena sekolah paling dekat dari SDN 02 Tugurejo berjarak 3 km. Pengelola sekolah berkukuh tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut.

Untuk penggantian dua ruang kelas yang dibongkar itu, ia juga telah menyiapkan tempat pengganti di tanah lapang timur sekolah dan halaman sekolah.  “Di halaman sekolah masih ada tempat, kami akan mengusulkan bangunan baru sebagai pengganti dua ruang kelas itu,” ujar dia.

lowongan kerja
lowongan kerja COSTUMER SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


2

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…