pasar kembang kalisari Aktivitas pedagang di Pasar Kembang Kalisari, Semarang, sebelum dilakukan revitalisasi selter, beberapa waktu lalu. (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda Saputra)
Senin, 26 Desember 2016 08:50 WIB Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarang Semarang Share :

PASAR TRADISIONAL SEMARANG
Revitalisasi Tahap I Selesai, Pasar Kembang Bebas Retribusi 3 Bulan

Pasar tradisional di Semarang, Pasar Kembang Kalisari, proses revitalisasi pembangunan tahap pertamanya telah selesai, Jumat (23/12/2016).

Solopos.com, SEMARANG — Proses revitalisasi tahap pertama Pasar Kembang Kalisari, Semarang, yakni pembangunan selter sudah selesai dikerjakan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Bukan hanya menjadi pasar yang digunakan para pedagang bunga menjajakan barang dagangannya itu lebih indah, Pemkot Semarang juga akan membebaskan biaya retribusi bagi para pedagang salah satu pasar tradisional di Kota Semarang itu selama tiga bulan kedepan.

Peresmian selter pedagang Pasar Kembang Kalisari, Semarang, yang telah direnovasi ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Jumat (23/12/2016). Acara peresmian itu diawali dengan kirab dari Lapangan Garnisun yang terletak di depan Pasar Kembang Kalisari hingga menuju pasar dengan diiringi berbagai atraksi kesenian daerah, seperti kuda lumping.

Dalam sambutannya, Hendi, sapaan Wali Kota Semarang, menjelaskan bahwa revitalisasi selter pedagang ini merupakan reviltalisasi tahap I. Setelah revitalisasi tahap I selesai akan dilanjutkan proses pengerjaan revitalisasi tahap kedua, yakni pembenahan sungai yang terletak di belakang selter pedagang.

“Hari ini kita menjadi saksi revitalisasi tahap I pembangunan Pasar Kembang oleh Dinas Tata Kota dan Dinas Pasar Kota Semarang dan Insya Allah di tahun depan, tepatnya Maret pembangunan revitalisasi tahap II akan segera dimulai. Di tahap II akan ada pembenahan sungai yang ada di belakang shelter ini. Saya juga mohon kepada para pedagang dan keluarganya bersama TNI/Polri bisa gotong-royong mempercantik background dari Pasar Kembang ini, kami dari pemerintah akan menyediakan cat untuk dibuat warna-warni. Harapannya nanti tidak hanya menjadi pasar kembang saja, tetapi bisa menjadi tempat wisata,” tutur Hendi seperti dilansir situs resmi Pemkot Semarang, Sabtu (24/12/2016).

Hendi juga berpesan pada Dinas Pasar untuk memastikan para pedagang bunga tertata dengan baik di tempat barunya. Selain itu, ia juga meminta Dinas Pasar untuk tidak memungut biaya retribusi bagi pedagang bunga selama tiga bulan ke depan. Bagi pedagang, Hendi meminta agar tidak melakukan transaksi jual beli lapak yang sudah diberikan.

“Kepada Dinas Pasar tolong pastikan mereka (pedagang) dalam berjualan tertata dengan rapi, dan karena sedulur-sedulur pedagang ini selama 7 bulan kemarin mau di relokasi sementara di Lapangan Garnisun, untuk itu kepada Kepada Dinas Pasar untuk membebaskan retribusi selama 3 bulan kedepan. Selain itu saya ingatkan juga jangan sampai ada oknum-oknum bergentayangan, bila ada oknum-oknum yang mulai aneh-aneh silahkan lapor saya. Dan saya juga titip kepada para pedagang untuk dirawat, setiap ada sampah dibersihkan, dan satu hal jangan ada jual beli lapak,” tegas Hendi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan kerja
lowongan kerja BMT DINAR MULYA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Masuk SMK Dapat BMW

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (10/6/2017). Esai ini karya Sriyanto Danoesiswoyo, guru di SMKN 3 Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah sriyanto_ds@yahoo.co.id Solopos.com, SOLO — Tahun pelajaran 2016/ 2017 segera berakhir dan penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan sistem…