Personil BPBD Kulonprogo melakukan pemeriksaan terhadap unit EWS di Karangwuni, Wates pada Senin (26/12/2016). (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja) Personil BPBD Kulonprogo melakukan pemeriksaan terhadap unit EWS di Karangwuni, Wates pada Senin (26/12/2016). (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 26 Desember 2016 23:20 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

MITIGASI BENCANA
Ups, 2 EWS Tsunami di Pesisir Kulonprogo Rusak

Mitigasi bencana berupa EWS ada yang mengalami kerusakan.

Solopos.com, KULONPROGO — Setidaknya, dua unit Early Warning System (EWS) tsunami yang berada di daerah pesisir Kulonprogo ditemukan tidak berfungsi dengan baik. Keduanya merupakan unit EWS yang berada di Pantai Bugel, Panjatan dan Desa Banaran, Galur.

Kerusakan diketahui saat dilakukan perawatan dan pemeriksaan sejumlah unit EWS oleh personil Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo pada Senin (26/12/2016). Terdapat 7 EWS milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBDS) yang diperiksa antara lain di Balai Desa Banaran, Garongan, Karangwuni, Glagah, Sindutan, Pantai Bugel, dan Pasir Mendhit.

Pemeriksaan juga dilakukan kepada 1 unit EWS milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang berada tak jauh dari pos retribusi Pantai Glagah, Temon. Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kulonprogo, Sunardi mengatakan kedua unit diketahui tak lagi berfungsi karena tidak mengeluarkan suara peringatan.

“Kami uji coba unit apakah menyala atau tidak tapi dua unit ini ternyata rusak,” jelasnya.

Uji coba sirine EWS dilakukan dengan cara manual dan dioperasikan langsung dari Pusat Kendali Operasi (Pusdalops) BPBD Kulonprogo. Kerusakan di EWS Banaran yakni putusnya kabel transmisi sehingga bunyi peringatan bahaya tidak bisa dihasilkan.

Sedangan EWS di Pantai Bugel mengalami kerusakan di bagian panel konversi cahaya yang berguna untuk menyerap panas matahari sebagai sumber daya utama alat tersebut. Sunardi mengatakan bahwa panel tersebut merupakan instrumen yang sangat penting dan tidak bisa langsung diperbaiki. Sementara EWS Banaran bisa langsung diperbaiki oleh petugas karena dirasa cukup rumit dan mahal.

Lowongan Pekerjaan
Tiga Pilar Perkasa, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


3

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…