Ilustrasi menikah (Proprofs.com) Ilustrasi menikah (Proprofs.com)
Senin, 26 Desember 2016 23:45 WIB Internasional Share :

KISAH TRAGIS
Demi Lunasi Utang Orang Tua, Gadis 14 Tahun Dipaksa Menikah dengan Rentenir

Kisah tragis kali ini tentang gadis dipaksa menikah dengan seorang rentenir akibat terlilit yang tak mampu dibayarnya.

Solopos.com, PYARO LUNDH – Jeevti, 14, seorang gadis asal Pyaro Lundh, Pakistan, harus menelan pil pahit di usianya yang masih belia. Ia terpaksa menikah dengan seorang pria tua demi membayar utang orang tuanya.

Ameri Kashi Kohli, ibu Jeevti mengatakan keluarganya pernah berutang sebesar US$500 setara dengan Rp6,7 juta pada pria tua yang merupakan rentenir itu sebagai modal usaha. Namun, usaha yang dirintisnya tidak membuahkan hasil, sementara utangnya terus bertambah menjadi US$1.000 setara dengan Rp13,7.

Tidak sanggup membayar utang, ia terpaksa “mengorbankan” sang anak kepada sang rentenir untuk dijadikan istri kedua.

Kenyataan itu membuat Ameri merasa sedih dan bersalah atas nasib buruk yang menimpa putrinya. Ameri menuturkan jika ia dilarang bertemu dengan sang putri setelah pernikahan itu berlangsung.

“Saya dilarang bertemu, bahkan mengambil anak saya kembali. Saya sudah melaporkan kasus ini ke polisi, namun mereka tidak mendengar,” kata Ameri seperti dikabarkan Scmp.com, Minggu (25/12/2016).

Ameri tidak putus asa, ia meminta bantuan dari seorang aktivis perempuan di Pakistan, Veero Kohli. Veero merupakan seorang wanita yang berhasil melarikan diri dari praktik perbudakan di Pakistan sejak 1999. Veero bersedia member bantuan kepada Ameri untuk membebaskan putrinya.

“Aku tahu mereka akan membunuhku. Tapi, aku tidak akan berhenti berjuang demi menolong para kaum budak yang menderita,” tutur Veero.

Dengan tekad tersebut, Veero pun memutuskan bertemu dengan Jeevti dan siap menanggung segala risikonya. Sayangnya, saat berhasil ditemui, Jeevti justru mengatakan jika pernikahan itu adalah keinginannya.

Pengakuan itu membuat Veero sedih, ia beranggapan Jeevti mengatakan hal tersebut karena dalam kondisi tertekan. Menurut para tetangga sekitar, selama ini Jeevti diperlakukan tidak baik oleh keluarga suaminya. Mereka kerap melihat Jeevti tidur di teras rumah tanpa alas apapun. (Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com)

 

 

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…