pesawat tergelincir Pesawat Wings Air yang mengalami kecelakaan, tergelincir saat melakukan pendaratan di Bandara Ahmad Yani, Semarang, Minggu (25/12/2016) malam. (Istimewa-Basarnas Kantor SAR Semarang)
Senin, 26 Desember 2016 13:50 WIB Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

KECELAKAAN PESAWAT
Begini Kata Angkasa Pura Soal Wings Air Tergelincir di Bandara Ahmad Yani

Kecelakaan menimpa pesawat udara milik maskapai penerbangan Wings Air di Bandara Ahmad Yani, Semarang.

Solopos.com, SEMARANG — PT Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Ahmad Yani Semarang akhirnya buka suara terkait tergelincirnya pesawat Wings Air yang melayani penumpang rute Bandung-Semarang, Minggu (25/12/2016). Mereka mengatakan saat pesawat pengangkut 68 penumpang itu kecelakaan, kondisi cuaca di seputaran Bandara Ahmad Yani sedang diguyur hujan dengan intensitas sedang.

“Pada hari Minggu (25/12/2016), pesawat Wings Air jenis ATR 72-600 Reg PK-WGW dengan nomor penerbangan IW 1896 rute Bandung-Semarang mengalami crash saat mendarat di Runway 13 sekitar pukul 18.24 WIB. Keadaan cuaca pada saat kejadian itu hujan sedang, awan rendah, visibility 3 km, dengan kecepatan angin 140/12kt,” tulis General Manager Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Priyo Jatmiko, dalam siaran pers kepada Semarangpos.com, Senin (26/12/2016) pagi.

Akibat kecelakaan pesawat Wings Air itu, pihak Bandara Ahmad Yani menghentikan sementara operasinya guna memindahkan badan pesawat yang tergelincir dari landasan pacu. Tercatat ada delapan penerbangan yang mengalami penundaan dan pembatalan pada Minggu, yakni Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 226 tujuan Surabaya, Silk Air nomor penerbangan MI 103 tujuan Singapura, Wings Air nomor penerbangan IW 1896 tujuan Surabaya, Kalstar nomor penerbangan KD 622 tujuan Pontianak, Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 246 dari Jakarta, Batik Air nomor penerbangan ID 6346 ddan ID 6352 dari Jakarta, serta NAM Air nomor penerbangan IN 220 dari Jakarta.

“Sementara untuk penerbangan hari ini [Senin] yang dibatalkan adalah Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 231 tujuan Jakarta,” imbuh Priyo.

Proses pemindahan badan pesawat saat ini pun telah selesai. Pemindahan pesawat yang berada di landasan pacu itu berlangsung pada Senin dini hari mulai pukul 02.30-06.15 WIB. Badan pesawat itu dipindahkan dari landasan pacu Runway 13 ke apron Bandara yang baru, melewati taxiway Bandara.

Priyo menambahkan Bandara Ahmad Yani saat ini telah beroperasi seperti biasa. Bahkan, bandara di Semarang itu sudah bisa menerima kedatangan maupun keberangkatan pesawat. Pesawat yang kali pertama mendarat pascainsiden Wings Air itu adalah Ferry Flight dari Batam pada pukul 07.35 WIB. Sementara, pesawat yang kali pertama take off dari Bandara Ahmad Yani adalah Wings Air dengan nomor penerbangan IW 1802 tujuan Denpasar.

“Kami dari pihak Angkasa Pura Airports Cabang Bandara Ahmad Yani Semarang, tadi malam berinisiatif menyiapkan sarana transportasi darat dari Semarang menuju Solo untuk para penumpang Batik Air dan Lion Air yang akan berangkat dari tujuan awal Semarang ke Jakarta melalui Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, dan Jakarta menuju Semarang via Solo menggunakan empat unit Bis. Selain itu, kami juga berusaha semaksimal mungkin agar proses evakuasi segera selesai dan Bandara Ahmad Yani dapat beroperasi dengan normal untuk melayani pengguna jasa Bandara,” terang Priyo.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan kerja
lowongan kerja Homeschooling Kak Seto Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Bung Karno, Lenso, Cha Cha Cakrabirawa

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (2/6/2017). Esai ini karya Albertus Rusputranto P.A., pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah titusclurut@yahoo.co.uk Solopos.com, SOLO — Cakrabirawa adalah nama kesatuan pasukan penjaga Istana…