Ilustrasi orang tenggelam (Medicalnewstoday.com) Ilustrasi orang tenggelam (Medicalnewstoday.com)
Senin, 26 Desember 2016 18:15 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

KECELAKAAN AIR BOYOLALI
Kakek Asyik Memancing, Tak Sadar Cucunya Tenggelam

Kecelakaan Air Boyolali, seorang bocah asal Teras tewas tenggelam saat memancing bersama kakeknya.

Solopos.com, BOYOLALI — Deri Rifandi, bocah balita asal Dukuh Pulokadang, RT 006/ RW 001, Desa Mojolegi, Teras, Boyolali, tewas akibat tenggelam di Sungai Winong.

Informasi yang dihimpun Solopos.com di Mapolsek Teras, Senin (26/12/2016), peristiwa tersebut bermula pada Kamis (22/12/2016) sore hari sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, ayah Deri, Sigit, hendak menjemput Deri yang tengah memancing bersama kakeknya, Purwanto, di Sungai Winong, Desa Mojolegi, Teras, Boyolali.

Begitu Sigit tiba di lokasi, ia langsung membawa anaknya itu pulang. Sementara kakeknya mengatakan akan menyusul pulang kemudian.

Sesampainya di rumah, Deri rupanya belum puas memancing bersama kakeknya. Ia lantas pamitan kepada ayahnya untuk kembali mancing di sungai menyusul kakeknya.

Sigit sama sekali tak mendapatkan firasat apa-apa saat anaknya itu pamitan untuk menyusul kakeknya ke Sungai Winong. Ia pun membolehkan begitu saja anaknya ke Sungai Winong menyusul kakeknya.

“Lokasinya dekat rumah, jadi mungkin ayahnya tak merasa waswas melepas anaknya menyusul kakeknya mancing di sungai,” ujar Kapolsek Teras, AKP Ahmad Nadiri, saat berbincang dengan Solopos.com di ruang kerjanya, Senin (26/12/2016).

Tak berselang, lanjut Nadiri, kakek Deri pulang ke rumah. Namun, ia pulang sendirian tanpa cucunya. Purwanto mengaku sama sekali tak berpapasan dengan cucunya itu dalam perjalanan pulang.

Ayah Deri, Sigit kaget bukan kepalang. Ia langsung bergegas mencari keberadaan anaknya itu ke Sungai Winong bersama Purwanto. Pencarian mereka tak membuahkan hasil. Apalagi malam telah datang. Upaya pencarian kian sulit.

“Akhirnya polisi dan BPBD turun ke lokasi mencari anak balita yang hilang ini. Sungai Winong disusuri sampai larut malam,” ujar Nadiri.

Pada Jumat (23/12/2016) sekitar pukul 00.15 WIB, upaya pencarian menemukan titik terang. Deri ditemukan di Sungai Winong dalam keadaan tak bernyawa. Ia ditemukan di sungai yang hanya berkedalaman 50 sentimeter.

“Meski hanya 50 sentimeter, namun bagi anak usia 3,5 tahun itu tetap dalam,” terangnya.

Korban langsung diautopsi petugas medis setempat. Hasilnya, tak ditemukan ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh bocah malang itu. Deri diduga terpeleset dan jatuh ke Sungai Winong.

“Karena malam hari, suasana sepi. Jadi, enggak ada orang yang tahu ada anak bermain-main di sungai sendirian,” terangnya.

Atas musibah tersebut, Nadiri mengingatkan agar orang tua tak gegabah melepaskan anaknya sendirian bermain di lokasi berbahaya, seperti sungai, sumur terbuka, atau tepi jalan raya. “Ini murni kelalaian orang tuanya,” tambah dia.

Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Kota Penyair Perlawanan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (16/8/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, novelis dan esais yang tinggal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dalam rangka memperingati hari proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 1982,…