Wisata Gunungkidul berupa Gua Pindul belum menunjukkan peningkatan jumlah pengunjung pada H+1 Lebaran 2016. (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja) Wisata Gunungkidul berupa Gua Pindul belum menunjukkan peningkatan jumlah pengunjung pada H+1 Lebaran 2016. (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 26 Desember 2016 03:40 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

INDUSTRI KREATIF
Kaos Khas Gunungkidul Dipasarkan

Walang Kaos Gunungkidul. Kaos tersebut dapat menjadi oleh-oleh khas wisatawan

Harinajogja.com, GUNUNGKIDUL– Perkembangan wisata di Gunungkidul kini semakin lengkap dengan diluncurkannya Kaos Walang, kaos khas asal Gunungkidul. Industri kreatif itu melibatkan sejumlah pengusaha muda Gunungkidul.

Berkembangnya wisata Gunungkidul mendorong sejumlah pengusaha muda di wilayah ini membuka toko kaos yang dinamani Walang Kaos Gunungkidul. Kaos tersebut dapat menjadi oleh-oleh khas wisatawan saat berkunjung ke wilayah ini.

Owner Walang Kaos Gunungkidul Kendar mengatakan, usaha membangun toko dengan memberikan ruang bagi sejumlah pengusaha kaos di Gunungkidul baru pertama kali muncul. “Kami berharap keberadaan toko ini menjadi ruang bagi pengusaha-pengusaha muda kaos khas Gunungkidul untuk bersama-sama memamerkan dan memasarkan kaos yang memiliki ciri khas Gunungkidul,” kata Kendar melalui rilis yang disampaikan ke media, Sabtu (24/12/2016).

Menurut Kendar, usaha Walang Kaos tersebut bukan merupakan bisnis pribadinya. Bisnis tersebut turut memberdayakan para pengusaha koas lainnya di Gunungkidul untuk berjualan bersama. Saat ini sudah ada empat pengusaha yang menjajakan Kaos Walang. “Pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai desain menarik sesuai dengan selera dan kemampuan kantongnya. Harapan kami wisatawan akan melihat Walang ini sebagai satu-satunya tempat belanja kaos oleh-oleh khas Gunungkidul,” imbuhnya lagi.

Dia berharap para pengusaha kaos Walang terus bertambah sehingga bisa maju dan berkembang seiringan dengan perkembangan pariwisata. “Kita juga gandeng tour leader, pelaku wisata sehingga bisa meramaikan usaha baru yang digagas anak-anak muda potensial di Gunungkidul,” tambahnya.

Toko Walang Kaos sendiri dibuka di jalur menuju objek wisata Gua Pindul. Tepatnya di Jalan Lingkar Utara Km. 41 Wonosari. Pada Sabtu lalu, Bupati Gunungkidul Badingah meluncurkan produk kaos khas Gunungkidul itu.

Bupati mengatakan, keberadaan industri kreatif itu akan didampingi Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Gunungkidul. Ia berharap, keberadaan Walang Kaos akan berdampak luas pada masyarakat Gunungkidul dan wisatawan. “Diharapkan masyarakat terus berkreativitas untuk memberikan kenangan kepada wisatawan yang berkunjung di Kabupaten Gunungkidul dalam hal ini yang dapat menjadi daya tarik baik souvenir ataupun buah tangan lainnya seperti kaos walang yang dilauncing saat ini,” ujar Badingah.

Badingah berpesan pada pengusaha muda untuk tetap optimis dan semangat dalam menjalankan usaha yang mendukung pariwisata Gunungkidul itu. “Seorang pengusaha tidak boleh mengeluh, tidak boleh patah hati, akan tetapi selalu berusaha untuk selalu membangun dan memajukan usaha-usaha yang digelutinya. Disarankan juga untuk dapat membangun outlet-outlet yang dapat terjangkau wisatawan,” lanjutnya.

lowongan kerja
lowongan kerja guru, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Bumi Pancasila

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/6/2017). Esai ini karya M. Zainal Anwar, dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah zainalanwar@gmail.com Solopos.com, SOLO–Di bawah ideologi Pancasila, menjalani puasa Ramadan di Indonesia menyajikan kemewahan luar…