Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memimpin Apel Pasukan Siaga di halaman Balai Kota, Jl. Pemuda, Sekayu, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jateng, Sabtu (24/12/2016). (Facebook.com-Humas Pemkot Semarang) Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memimpin Apel Pasukan Siaga di halaman Balai Kota, Jl. Pemuda, Sekayu, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jateng, Sabtu (24/12/2016). (Facebook.com-Humas Pemkot Semarang)
Senin, 26 Desember 2016 17:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

HARI NATAL 2016
350 Warga Semarang Rela Dijadikan Kader Keamanan

Hari Natal 2016 membuat Pemkot Semarang mengerahkan 350 kader keamanan yang berasal dari berbagai lapisan masyarakat Kota Semarang.

Solopos.com, SEMARANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengerahkan 350 warga yang yang didaulat menjadi kader keamanan guna pengamanan Hari Natal 2016 dan Tahun Baru 2017. Demi mengukuhkan loyalitas warga yang dijuluki kader keamanan itu, Sabtu (24/12/2016), mereka diikutkan apel pasukan siaga di halaman Balai Kota, Jl. Pemuda, Sekayu, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Apel itu, diakui pengelola akun Facebook Humas Pemkot Semarang bertujuan untuk menyatukan tekad, komitmen, dan memastikan kesiapan pengamanan dalam rangka menjaga keamanan di seluruh wilayah Kota Semarang, khususnya saat Hari Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 tiba. Setelah diapelkan, ke-350 warga yang dijadikan kader siaga kemanan dan ketertiban itu disebar di seluruh kecamatan di Kota Semarang.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang memimpin apel tersebut mengungkapkan bahwa apel ini digelar atas dasar adanya isu-isu yang berkembang tentang adanya teroris di Kota Semarang. “Hal itu menjadikan kita untuk lebih waspada,” ujarnya seperti dikutip dalam akun Facebook Humas Pemkot Semarang.

Wali kota yang juga akrab disapa Hendi itu juga menjelaskan tugas dan tanggung jawab para kader siaga, yakni membantu pemerintah mewujudkan keamanan dan ketertiban bagi masyarakat. Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini fokus pengamanan adalah saat Hari Natal dan Tahun Baru.

“Dukung dan bantu Pemerintah Kota Semarang yang telah melakukan koordinasi dengan jajaran Muspida, TNI/Polri guna memastikan perayaan Natal dan Tahun Baru berlangsung dengan lancar, meriah dan kondusif, selain itu pusatkan perhatian pada pengamanan di titik-titik yang dirasa rawan terhadap ancaman gangguan keamanan, seperti gereja, tempat-tempat wisata, dan tempat hiburan serta mal-mal,” imbuhnya.

Selain itu, Hendi juga mengatakan tiap gereja di Kota Semarang akan dijaga oleh personil dengan jumlah yang bervariasi. Untuk gereja besar akan dijaga oleh 35 petugas, sedangkan gereja kecil akan dijaga lima hingga 10 petugas. Pihaknya juga berharap masyarakat yang merayakan Hari Raya Natal dan Tahun Baru akan dapat melaksanakannya dengan baik. “Tidak perlu khawatir dan was-was. Kami beserta jajaran TNI dan Polri siap untuk melaksanakan pengamanan Natal dan Tahun Baru 2017 ini,” tandas Hendi. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan kerja
lowongan kerja PT. BPR DANAMAS PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


2

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…