Sejumlah petugas dari Badan Penangulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul dibantu warga mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah warga akibat angin puting beliung, di Dusun Depok, Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Bantul. Senin (8/11). (JIBI/Irwan A. Syambudi) Sejumlah petugas dari Badan Penangulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul dibantu warga mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah warga akibat angin puting beliung, di Dusun Depok, Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Bantul. Senin (8/11). (JIBI/Irwan A. Syambudi)
Senin, 26 Desember 2016 04:20 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

BENCANA BANTUL
Anggaran Posko Darurat Bencana Belum Cair, Relawan Gunakan Dana Sukarela

Bencana Bantul belum mendapat gelontoran dana untuk operasional

Solopos.com, BANTUL- Ketua Umum FPRB Bantul Heri Ruswanto mengaku tak mempermasalahkan anggaran dana operasional yang belum ada di setiap posko. Dia menyebut selama ini para relawan yang tergabung dalam FPRB sudah terbiasa untuk swadaya, menyumbangkan tenaga ataupun materi demi kemanusiaan.

“Kami ditugaskan untuk menjaga posko jadi harus konsisten. Ada ataupun tidak ada dana kami harus tetap jalan karena orientasi kami itu ibadah. Kalau memang ada dana operasioanal ya kami syukuri kalau tidak ada ya tidak apa-apa. Kami tidak pernah menuntut,” ujarnya, Minggu (25/12/2016).

Namun diakuinya jika memang sejumlah anggaran yang telah diajukan oleh BPBD Bantul dapat terealisai maka kerja relawan di lapangan dapat lebih lancar. Pasalnya sejumlah relawan kata dia membutuhkan biaya akomodasi dan sarana ketika di lapangan.

Sementara itu Ketua FPRB Kecamatan Piyungan Amad Yani membenarkan jika sejauh ini di posko darurat bencana belum mendapatkan dana operasional untuk sarana dan akomodasi. Kata dia BPBD Bantul baru memberikan logistik, di antaranya kopi dan gula, untuk menemani relawan berjaga.

“Selama ini kami masih menggunakan dana sendiri untuk ke lokasi bencana atau kebutuhan membeli bensin atau oli untuk mesin pemotong kayu saat ada pohon tumbang,” sebutnya.

Namun dia mengakui dirinya bersama dengan sejumlah FPRB Se-Bantul telah diundang BPBD Bantul dan telah diberikan sosialisasi perihal dana operasioanal posko yang baru dalam tahap pengajuan itu.

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…