PKL memadati sekitar bundaran Gladak meski kegiatan CFD Jl. Slamet Riyadi diliburkan demi kelancaran lalu lintas pada libur Natal 2016, Minggu (25/12/2016) pagi. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos) PKL memadati sekitar bundaran Gladak meski kegiatan CFD Jl. Slamet Riyadi diliburkan demi kelancaran lalu lintas pada libur Natal 2016, Minggu (25/12/2016) pagi. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)
Minggu, 25 Desember 2016 14:40 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

PENATAAN PKL SOLO
CFD Libur, PKL Nekat Berjualan di Gladak

Penataan PKL Solo, lalu lintas di kawasan Bundaran Gladak terganggu aktivitas PKL yang berjualan di pinggir jalan.

Solopos.com, SOLO — Puluhan pedagang kaki lima (PKL) nekat berjualan di Bundaran Gladak, Pasar Kliwon, Solo, meski kegiatan car free day (CFD) Jl. Slamet Riyadi diliburkan pada Minggu (25/12/2016) pagi.

Pantauan Solopos.com di bundaran Gladak, puluhan PKL tersebut menempati city walk Jl. Slamet Riyadi, city walk Jl. Pakubuwono, dan tepi Jl. Mayor Sunaryo. Keberadaan mereka cukup mengganggu arus lalu lintas yang cukup ramai. (Baca juga: Libur Panjang Akhir Tahun, CFD Ditiadakan 2 Pekan)

Kendaraan dari arah Jl. Slamet Riyadi maupun Jl. Jenderal Sudirman yang akan menuju Jl. Pakubuwono terganggu aktivitas para pembeli yang berseliweran di Bundaran Gladak. Salah satu PKL, Andik, 31, mengaku nekat berjualan karena menganggap Bundaran Gladak bukan termasuk area CFD Jl. Slamet Riyadi.

Dia tak menampik aktivitas PKL di Bundaran Gladak cukup mengganggu arus lalu lintas. Meski demikian, Andik berencana tetap berjualan juga pada Minggu (1/1/2017) mendatang saat CFD Jl. Slamet Riyadi kembali diliburkan dalam rangka membantu kelancaran lalu lintas pada libur panjang Hari Natal dan Tahun Baru 2017.

“Bundaran Gladak saya rasa bukan area CFD. Jadi pedagang tetap bisa berjualan di sini. Apabila macet, wajar saja. Sekarang banyak orang yang datang ke Bundaran Gladak. Banyak dari mereka menumpuk di sini karena kecele setelah melihat CFD diliburkan,” kata Andik saat ditemui Solopos.com di lapaknya, Minggu.

Seorang warga Kelurahan Sewu, Jebres, Harjanto, 48, menyarankan semua PKL di Bundaran Gladak pindah berjualan ke city walk Jl. Pakubuwono. Menurut dia, lebih baik PKL tidak lagi menggelar lapak di sebagian city walk Jl. Slamet Riyadi dan tepi Jl. Mayor Sunaryo karena aktivitas jual beli mereka berpotensi membuat arus lalu lintas di Bundaran Gladak tersendat.

“Sebaiknya memang PKL [di bundaran Gladak] tidak berjualan apabila CFD libur. Tapi saya tidak tahu kebijakan pemerintah seperti apa. Nyatanya mereka tetap berjualan. Bukan hanya saat libur CFD kali ini, PKL di bundaran Gladak perlu ditata seterusnya. Artinya, mereka semua lebih baik ditempatkan di Jl. Pakubuwono, tidak boleh di jalan,” ujar Harjanto.

Tak hanya di Bundaran Gladak, puluhan PKL juga nekat berjualan di tepi Jl. Ir. Juanda, Kelurahan Pucangsawit, meski CFD Jl. Ir. Juanda diliburkan pada libur Natal kali ini. Aktivitas jual beli mereka cukup mengganggu arus lalu lintas di Jl. Ir. Juanda yang terpantau ramai.

Salah satu PKL, Sakiran, 45, nekat berjualan saat CFD diliburkan karena ingin mengais untung. Dia berencana tetap berjualan saat CFD diliburkan kembali karena Tahun Baru, Minggu depan. “Banyak teman-teman yang tetap berjualan. Pengunjung juga cukup banyak. Jadi saya ikut tetap berjualan. Tidak masalah lalu lintas ramai. Kami sudah terbiasa. Saat kegiatan CFD Jl. Ir. Juanda tidak diliburkan kondisi arus lalu lintas juga ramai. Banyak kendaraan yang dibiarkan lewat begitu saja di sini. Para pengendara saya rasa juga sudah pada paham,” ujar Sakiran.

lowongan kerja
lowongan kerja PBF di sukoharjo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Fetisisme Ramadan

Gagasan Harian Solopos edisi Rabu (14/6/2017) ini karya Bagus Kurniawan, dosen Sastra Indonesia di Fakultas Ilmu Budaya UNS. Solopos.com, SOLO–Gejala yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan Ramadan mengalami anomali. Dalam paradigma spiritualitas Islam, Ramadan dianggap sebagai bulan bagi umat Islam utuk…