Ilustrasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (JIBI/Bisnis/Dok.) Ilustrasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (JIBI/Bisnis/Dok.)
Minggu, 25 Desember 2016 10:20 WIB JIBI/Harian Jogja/Newswire Sleman Share :

PEMKAB SLEMAN
PAD Capai 106.33% dari Target

Pemkab Sleman, untuk PAD melampui target

Solopos.com, SLEMAN — Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 2016 mampu melampaui target yang telah ditetapkan sebesar Rp648,8 miliar.

“Data sementara hingga 22 Desember 2016, perolehan PAD mencapai Rp689,9 miliar atau 106,33 persen dari target. Hingga akhir tahun, estimasi pencapaian PAD kami perhitungkan mencapai Rp700 miliar,” kata Kepala Dipenda Sleman Hardo Kiswoyo, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (24/12/2016).

Menurut dia, jika dipersentase maka realisasi PAD 2016 mencapai sekitar 107 persen dari target yang ditetapkan setelah perubahan sebesar Rp648,8 miliar.

“Perolehan PAD itu berasal dari beberapa sumber, seperti pajak daerah Rp403,5 miliar dari target Rp383,4 miliar, dan pemasukan BUMD senilai Rp101,7 miliar,” katanya.

Ia mengatakan, PAD juga bersumber dari pendapatan lain-lain termasuk deposito yang tercatat sebesar Rp204 miliar dari target Rp181,3 miliar.

“Disamping itu, ada pula pemasukan dari retribusi yang mencatatkan angka realisasi Rp40,4 miliar pada 19 Desember 2016. Perolehan itu belum sesuai dengan target yang ditetapkan sebesar Rp42,3 miliar,” katanya.

Kepala Bidang Penagihan dan Pendapatan Daerah Lain Dipenda Kabupaten Sleman Wahyu Wibowo mengatakan, dari 10 jenis pajak daerah, tinggal Bea Perolehan Hak Atas Tanah atau Bangunan (BPHTB) yang belum memenuhi target.

“Sampai 23 Desember baru terealisasi sekitar 95 persen atau Rp109,3 miliar dari target Rp115 miliar. Kekurangan sekitar Rp5 miliar diupayakan terpenuhi selama sisa kurun waktu hingga akhir tahun ini,” katanya.

Ia mengatakan, untuk pemasukan jenis pajak lain seperti hotel, restoran, dan parkir telah terpenuhi bahkan realisasi PBB mampu melebihi target. Dari angka yang dipatok 64 miliar, realisasi telah menembus angka Rp65 miliar.

“Kami mengapresiasi wajib pajak yang telah mematuhi kewajibannya. Dari tahun ke tahun, jumlah padukuhan yang melunasi PBB juga terus meningkat. Terakhir ada 249 padukuhan yang lunas dari total 1.212,” katanya.

lowongan kerja
lowongan kerja COSTUMER SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


3

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…