Sejumlah sopir bus di Kota Kediri mendengarkan sosialisasi mengenai klakson telolet dari Kasatlantas Polres Kediri Kota. (Madiunpos.com/JIBI/polreskedirikota.com) Sejumlah sopir bus di Kota Kediri mendengarkan sosialisasi mengenai klakson telolet dari Kasatlantas Polres Kediri Kota. (Madiunpos.com/JIBI/polreskedirikota.com)
Minggu, 25 Desember 2016 21:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

Om Telolet Om Jadi Viral, Sopir Kediri Justru Ogah Pakai Klakson Telolet

Manajemen PO dan sopir bus di Kediri sepakat tidak gunakan klakson telolet.

Solopos.com, KEDIRI — Fenomena yang akhir-akhir ini menjadi viral di dunia maya, Om Telolet Om, juga merambah Kota Kediri. Namun demikian, kalangan perusahaan otobus di Kota Kediri sepakat tidak menggunakan atau membunyikan klakson telolet.

Alasannya, para sopir tersebut tak mau membahayakan orang-orang yang berdiri di pinggir jalan minta bunyi klakson telolet. Kasatlantas Polres Kediri Kota, AKP M. Amirul Hakim, mengatakan polisi telah berupaya mencegah dengan menyosialisasikan bahaya klakson telolet bagi pengguna jalan ke sejumlah perusahaan otobus di Kediri. (Baca juga: Soal “Om Telolet Om”, Jokowi Sebut “Kebahagiaan Rakyat”)

Klakson telolet dianggap bisa mengganggu konsentrasi pengguna jalan dan rawan menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas. “Sosialisasi mengenai klakson telolet kepada manajemen perusahaan bus ini penting karena klakson telolet bisa mengganggu konsentrasi pengguna jalan,” kata Amirul, Sabtu (24/12/2016).

Dia menuturkan sosialisasi tersebut tidak hanya diberikan kepada manajer PO, tetapi juga sopir bus beserta pemilik bengkel bus. Beberapa perusahaan otobus yang mendapatkan sosialisasi mengenai klakson telolet yaitu PO Setiawan, PO Hasti, PO Kawan Kita, dan PO Baruna. (Baca juga: Menhub Minta Sopir Bus Tak Mainkan Klakson Telolet)

Setelah diberikan sosialisasi tersebut, kata Amirul, sejumlah manajer PO di Kediri sepakat seluruh bus milik perusahaan tidak menggunakan klakson telolet. Hal ini karena manajer PO itu melihat klakson tersebut mengganggu konsentrasi pengguna jalan lainnya dan mengganggu ketenangan masyarakat sekitar jalan raya.

Selain mendatangi secara langsung ke perusahaan otobus tersebut, polisi juga melakukan sosialisasi di jalan-jalan yang dilalui bus untuk memberi peringatan. Mengenai hal ini, sejumlah sopir bus di wilayah Kota Kediri sepakat tidak menggunakan klakson telolet dan tidak terpengaruh oleh bus lain yang menggunakan klakson telolet.

“Untuk pemilik bengkel bus juga sepakat tidak akan memasang klakson telolet dan siap menjamin bus tidak akan menggunakan klakson telolet,” ujar dia yang dikutip Madiunpos.com dari laman polreskediri.com, Minggu (25/12/2016).

lowongan kerja
lowongan kerja PT.BANDARTRISULA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


2

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…