Tukul dan Suwarni tetap mencabuti rumput di sela tanaman padi milik mereka meski ada mobil Toyota Yaris yang terguling di lahan mereka, Minggu (25/12/2016). (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos) Tukul dan Suwarni tetap mencabuti rumput di sela tanaman padi milik mereka meski ada mobil Toyota Yaris yang terguling di lahan mereka, Minggu (25/12/2016). (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)
Minggu, 25 Desember 2016 18:40 WIB Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos Klaten Share :

KECELAKAAN KLATEN
Ada Mobil Terjun ke Sawahnya, Petani Ini Tetap Lanjut Kerja

Kecelakaan Klaten, sebuah mobil Toyota Yaris terjun dan jatuh terbalik di sawah Desa Gumulan.

Solopos.com, KLATEN — Satu unit mobil Toyota Yaris terguling ke lahan persawahan di Desa Gumulan, Klaten Tengah, Minggu (25/12/2016) pagi. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Dua penumpang mobil tersebut selamat.

Mobil yang jatuh dalam posisi terbalik itu nyaris mengenai petani yang sedang mencabuti rumput. Jarak antara lokasi jatuhnya mobil tersebut dengan petani itu hanya 1 meter. Uniknya, petani tersebut tetap melanjutkan pekerjaannya mencabuti rumput di antara tanaman padinya sementara mobil yang terjun ke sawahnya menjadi tontonan warga.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 09.15 WIB. Saat itu, mobil Toyota Yaris berpelat nomor H 8055 GW melaju dari Solo menuju Jogja di ruas Jl. Diponegoro atau by pass, Desa Gumulan, Kecamatan Klaten Tengah. Mendekati tikungan di sekitar SMK Kristen, mobil oleng hingga terjun ke sawah.

Akibatnya mobil itu terbalik. Pemilik sawah, Tukul, 65, mengatakan saat kejadian ia berada tak jauh dari lokasi. Mobil yang terjun ke sawah nyaris menimpa istrinya, Suwarni, 60, yang tengah mencabuti rumput.

“Saya lihat sendiri kejadiannya. Mobil langsung terjun ke sawah. Terjunnya itu seperti pesawat. Mobil itu jatuh hanya satu meter dari tempat istri saya berada,” kata Tukul saat ditemui wartawan di lahan pertanian miliknya.

Tukul menuturkan di dalam mobil terdapat dua orang yakni laki-laki dan perempuan. “Yang laki-laki bisa keluar lewat pintu belakang. Awalnya saya mau menolong, tetapi sudah ditolong dan langsung diantar polisi ke rumah sakit,” ungkap dia.

Meski peristiwa itu membuat Tukul dan Suwarni terkejut dan Suwarni nyaris menjadi korban, pasangan suami istri itu tetap melanjutkan aktivitasnya. Mereka sibuk mencabuti rumput di antara tanaman padi berumur sekitar sebulan meski banyak warga berkerumun di sekitar lokasi kecelakaan.

“Saya masih gemetar. Tetapi rumput di sawah sudah besar-besar. Ini mencabuti rumput dulu sebelum istirahat,” kata Suwarni.

Peristiwa itu mengundang perhatian warga yang berdatangan ke lokasi hingga membuat arus lalu lintas tersendat. Aparat kepolisian dibantu petugas derek masih mengevakuasi mobil tersebut. Proses evakuasi mobil sempat terkendala dengan kabel-kabel di atas lahan pertanian.

Sementara itu, dua penumpang mobil langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro. Kanitlaka Satlantas Polres Klaten, Ipda Sumasna, mengatakan kedua korban tidak mengalami luka-luka.

Mobil dikemudikan Hafiz, 22, warga Gunungpati, Semarang. Sementara penumpangnya diketahui bernama Sri Wulandari, 19, warga Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Kecelakaan itu terjadi lantaran ban depan sisi kiri mobil pecah hingga pengemudi tak bisa mengendalikan mobilnya. “Kedua penumpang tidak mengalami luka-luka,” kata dia.

lowongan kerja
lowongan kerja SMK MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Meneguhkan Pancasila

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Sabtu (3/6/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah yang kini menjabat Rektor Institut Agama Islam Negeri Surakarta Solopos.com, SOLO — Pancasila sedang dikaji kembali makna dan efektivitasnya sebagai dasar negara. Sebagai ideologi, hidup mati Pancasila sangat bergantung…