Ilustrasi pasukan pemadam kebakaran menghadapi amukan si jago merah. (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan) Ilustrasi pasukan pemadam kebakaran menghadapi amukan si jago merah. (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)
Minggu, 25 Desember 2016 11:18 WIB Taufiq Sidik/JIBI/Solopos Klaten Share :

KEBAKARAN KLATEN
Pabrik Pengolahan Kayu Karanganom Kobong

Kebakaran Klaten melanda pabrik pengolahan kayu.

Solopos.com,┬áKLATEN — Kebakaran terjadi pada sebuah pabrik pengolahan kayu di Desa Karanganom, Klaten Utara, Sabtu (24/12/2016) malam. Api bisa dipadamkan pagi tadi. Akibat kebakaran itu, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi pada salah satu ruang produksi dan pengemasan PT. Alam Green Wood, Jl. Diponegoro 25 by pass selatan, Klaten Utara. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB.

Kapolsek Ketandan, AKP Suryata, mengatakan kebakaran kali pertama diketahui oleh pegawai pabrik pengolahan kayu tersebut. “Saat itu dilihat ada percikan api di atas bangunan. Setelah dicek ternyata api sudah membesar,” katanya kepada Solopos.com, Minggu (25/12/2016).

Kapolsek menuturkan ruang yang terbakar dipenuhi kayu kering. Selain itu, terdapat bahan mudah terbakar lainnya seperti tiner. “Api mulai padam itu sekitar pukul 22.30 WIB. Ada tiga mobil pemadam yang dikerahkan,” ujarnya.

Kebakaran diperkirakan lantaran korsleting pada ruang produksi dan pengemasan tersebut. “Untuk sementara karena korsleting hingga percikannya menyambar tiner,” urai dia.

Kepala BPBD Klaten, Bambang Giyanto, menjelaskan barang yang terbakar merupakan hasil kerajinan kayu yang siap di ekspor. Dari keterangan karyawan pabrik setempat, kerugian akibat kejadian itu ditaksir mencapai Rp250 juta. “Untuk korban jiwa nihil,” katanya.

lowongan kerja
lowongan kerja INSOMNIA KARAOKE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Etika dan Hukum di Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/6/2017), Agus Riewanto, pengajar Fakultas Hukum UNS Solopos.com, SOLO–Baru saja kita melihat fenomena tindakan persekusi, yakni tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti atau diintimidasi dan dianiaya karena mengekspresikan…