Gua mangrove menjadi alternatif objek wisata yang bisa ditemukan di kawasan wisata Pasir Mendhit, Jangkaran, Temon, Kulonprogo. Gua in menyediakan sensasi menelusuri lorong rindang daro pohon yang efektif menahan abrasi pantai ini, November 2016. (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja) Gua mangrove menjadi alternatif objek wisata yang bisa ditemukan di kawasan wisata Pasir Mendhit, Jangkaran, Temon, Kulonprogo. Gua in menyediakan sensasi menelusuri lorong rindang daro pohon yang efektif menahan abrasi pantai ini, November 2016. (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)
Minggu, 25 Desember 2016 16:20 WIB Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Kabar Buaya di Pantai Selatan Tak Pengaruhi Minat Wisatawan

Kabar buaya di pantai selatan Kulonprogo tidak mempengaruhi minat wisatawan untuk berwisata

Solopos.com, KULONPROGO– Kabar adanya buaya muara di muara Bogowonto yang sempat ramai menjadi perbincangan di media sosial dinilai tidak mengganggu kegiatan pariwisata di pantai selatan Kulonprogo.

Ini seperti kawasan wisata hutan mangrove di Jangkaran yang tidak jauh dari muara Bogowonto.

“Mereka [wisatawan] tahu ada buaya tapi itu tidak berpengaruh. Kami juga selalu berkoordinasi dengan instansi terkait soal buaya itu demi memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung,” ujar pengelola wisata mangrove ‘Wanatirto”, Warso Suwito, Minggu (25/12/2016).

Warso lalu memaparkan, setidaknya 2.000 orang telah datang berkunjung ke kawasan wisata hutan mangrove hingga Minggu siang. Angka tersebut meningkat signifikan jika dibanding akhir pekan biasa yang rata-rata mencapai 1.000 orang.

Sebelumnya, Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jogja berusaha memancing buaya yang dengan itik di Muara Bogowonto, Sabtu kemarin. Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Jogjakarta Untung Suripto mengungkapkan, saat itu posisi buaya berada di dekat pintu muara. Buaya itu disebut termasuk hewan yang dilindungi.

Jika berhasil ditangkap, buaya itu akan dititipkan sementara di Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY) atau Wildlife Rescue Center (WRC) di Kulonprogo.

Untung juga berkoordinasi dengan BKSDA Jawa Tengah untuk mengetahui apakah ada buaya yang lepas dari penangkaran mereka. Dia pun meminta masyarakat sekitar dan pengunjung wisata Pantai Congot selalu berhati-hati.

lowongan kerja
lowongan kerja SRIJAYA ALUMUNIUM, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


2

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…