Bupati Boyolali, Seno Samodro Bupati Boyolali Seno Samodro (JIBI/Solopos/Dok)
Minggu, 25 Desember 2016 14:30 WIB Hijriah Al Wakhidah/JIBI/Solopos Boyolali Share :

INVESTASI BOYOLALI
Bupati Seno-Investor Teken MoU Rp10 Triliun untuk Hotel & Bandara

Investasi Boyolali makin bergairah seiring dengan bergulir wacana pembangunan di sejumlah lokasi.

Solopos.com, BOYOLALI — Bupati Boyolali Seno Samodro menyatakan telah membuat kesepakatan kerja sama atau memorandum of understanding (MoU) dengan investor untuk membangun hotel di Boyolali.

“Jumat pekan lalu kami sudah teken MoU investasi senilai Rp10 triliun untuk pembangunan hotel dan airport komersial,” kata Seno, akhir pekan lalu.

Seno sempat menyinggung nama Town Square Hotel terkait hotel yang akan masuk ke Boyolali tersebut, namun dia tidak menyebut nama investornya.

Politikus PDI Perjuangan ini juga menyebut hotel yang siap dibangun di Boyolali sudah dipersiapkan untuk penyelenggaraan kongres nasional PDIP Perjuangan.

Belum lama ini, Seno menyampaikan wacana investasi di sektor perhotelan yakni hotel bintang tiga dan bintang empat di dua lokasi yang berbeda. Namun, kemarin dia menyebut, selama lima tahun kepemimpinannya yang kedua, dia menargetkan bisa mendatangkan lima hotel berbintang ke Boyolali.

Kendati demikian, sejauh ini Badan Penanaman Modal Perizinan dan Pelayanan Terpadu (BPMP2T) Boyolali belum menerima pengajuan izin pendirian hotel dari pihak investor.

Target 2 Juta 

Menarik investasi di bidang perhotelan, berkaitan erat dengan target menggaet 2 juta wisatawan ke Boyolali.

Dengan banyaknya atraksi wisata baru yang akan dibangun, Seno berharap Boyolali bukan hanya sebagai tempat melintas  dan singgah sebentar para wisatawan tetapi harapannya para pelancong itu bisa tinggal lebih lama di Boyolali agar dampak terhadap ekonomi lebih signifikan.

Dia mencontohkan penyelenggaraan Hari Pangan Sedunia (HPS) beberapa waktu lalu membutuhkan fasilitas kamar hotel yang cukup banyak dan kebanyakan tamu konferensi kemarin menginap di Solo.

“Ya harapannya mereka [wisatawan] tidak hanya berwisata di Boyolali tapi juga menginap di Boyolali bukan di Solo. Sudah ada rencana hotel bintang masuk ke Boyolali. Mereka mengincar lahan di sepanjang Jl.Semarang-Solo dan sekitar komplek Pemkab Boyolali,” ujar politikus PDIP Perjuangan ini.

Hotel bintang empat rencananya bakal dibangun di Jl.Semarang-Solo tepatnya di sebelah timur Mapolres Boyolali. Sedangkan hotel bintang tiga bakal dibangun di Kompleks Pemkab Boyolali di sebelah timur Jl.Jendral Sudirman.

“Hotel ini tidak hanya menjadi fasilitas wisatawan tapi juga harapannya bisa menjadi tempat penyelenggaraan konferensi karena saya minta mereka juga buat ballroom yang luas,” ujar dia.

Dengan demikian dia meminta minimal hotel yang akan dikembangkan di Boyolali memiliki luas 2.000 meter persegi agar bisa membangun ballroom yang memadai.

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…