Ilustrasi jalan rusak (Burhan Aris Nugraha/JIBI/Solopos) Ilustrasi jalan rusak (Burhan Aris Nugraha/JIBI/Solopos)
Minggu, 25 Desember 2016 13:50 WIB Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

INFRASTRUKTUR JATENG
Sudah Dikebut, Perbaikan Darurat Lubang Jalan Tak Capai Target

Infrastruktrur Jateng, yakni jalan raya, perbaikannya dikebut menjelang musim libur Natal 2016 dan Tahun Baru 2017.

Solopos.com, BANYUMAS – Perbaikan darurat infrastruktur, berupa ruas jalan Bumiayu-Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) tidak memenuhi target. Perbaikan ruas jalan yang mengalami kerusakan parah itu sebenarnya dijadwalka selesai sebelum Natal 2016 atau pada Jumat (23/12/2016). Namun, hingga Hari Natal 2016, Minggu (25/12/2016), kondisi jalan yang mengalami banyak lubang itu baru sekitar 80% diperbaiki.

Kendati demikian, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, memastikan perbaikan darurat yang dilakukan dengan cara menutup jalan berlubang di ruas jalan Bumiayu-Ajibarang itu terus dilakukan hingga satu bulan ke depan. Hal itu dilakukan agar memberikan rasa aman bagi para pengguna jalan saat libur Natal 2016 dan Tahun Baru 2017.

“Kita coba berikan keamanan dulu meskipun belum nyaman. Maka yang seperti ini kita harapkan nanti segera bisa ditutup dengan aspal. Saya berharap bisa kita kondisikan satu bulan ke depan. Satu bulan saja bisa aman dengan satu harapan bulan berikut sudah bisa dilakukan perbaikan permanen,” kata Ganjar saat melakukan tinjauan ke ruas jalan Bumiayu-Ajibarang, Banyumas, Sabtu (24/12/2016).

Meski tidak mencapai target yang ditentukan, yakni selesai pada Jumat kemarin, Ganjar menilai progres perbaikan mengalami peningkatan karena sudah 80%. Progres itu terjadi menyusul diterapkannya lembur bagi para pekerja perbaikan jalan itu.

“Saya meminta buat teman-teman (pekerja) yang bertugas, untuk pemeluk Agama Kristen silahkan libur. Tapi yang non [pemeluk Agama Kristen] saya harapkan bisa lembur karena ini memang dibutuhkan satu kesungguhan, satu pengabdian yang tidak setengah-setengah. Jadi saya mengapresiasi apa yang dikerjakan oleh teman-teman sampai tidak tidur beberapa hari,” tutur Ganjar seperti dilansir situs resmi Pemprov Jateng.

Dikatakan Ganjar, kerusakan jalan nasional ini disebabkan karena sering dilalui kendaraan pengangkut barang dengan muatan melebihi kapasitas. Di samping itu, kerusakan juga diakibatkan cuaca eksterm yang melanda wilayah itu.

Sementara itu, untuk ruas jalan Wonosobo-Banyumas, terdapat 973 titik jalan yang berlubang. Karenanya, perlu ada perhatian khusus dan penanganan yang serius dari pemerintah, baik pusat maupun provinsi.

“Kepada pengguna jalan, khususnya truk-truk besar tolonglah tonasenya juga tidak melebihi gitu. Terus kemudian hati-hati di jalan karena memang kondisinya seperti itu. Kita tahu jalan kita rusak tapi pemerintah mencoba untuk berikhtiar menyelesaikan ini dengan baik,” beber Ganjar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan kerja
lowongan kerja SRIJAYA ALUMUNIUM, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


3

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…