Mirna Annisa Bupati Kendal, Mirna Annisa (empat dari kanan), berfoto bersama saat melakukan kunjungan ke salah satu gereja di Kendal saat perayaan malam Natal, Jumat (24/12/2016). (kendalkab.go.id)
Minggu, 25 Desember 2016 23:50 WIB Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

HARI NATAL 2016
Banser Kendal Jaga Gereja, Mirna Terharu

Hari Natal 2016 di Kabupaten Kendal turut dikawal oleh Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama.

Solopos.com, KENDAL — Bupati Kendal, Mirna Annisa, merasa bangga dengan toleransi beragama yang ditunjukkan masyarakat di wilayahnya. Meskipun mayoritas warga Kabupaten Kendal beragama Islam, mereka menghargai perbedaan agama terutama saat perayaan Hari Natal.

Hal itu disampaikan Bupati Mirna saat mengunjungi beberapa gereja di Kendal, Sabtu (24/12/2016) malam. Dalam kunjungan itu, bupati termuda di Jateng itu melihat anggota Banser dari ormas Islam, Nahdlatul Ulama (NU), bahu membahu bersama aparat kepolisian dan tentara menjaga keamanan gereja.

“Saya sangat bangga dengan masyarakat Kabupaten Kendal yang tekun beribadat, selalu penuh dengan toleransi beragama, dan menghargai keberagaman. Terlebih dengan peran Banser ini, meskipun mayoritas masyarakat di Kabupaten Kendal muslim, akan tetapi sangat memperhatikan minoritas. Oleh karena itu saya sangat berterimakasih atas peran sertanya menciptakan suasana yang kondusif dan harmonis di Kabupaten Kendal,” puji perempuan berusia 35 tahun itu seperti dilansir situs resmi Pemkab Kendal, Minggu (25/12/2016).

Sementara itu, Kapolres Kendal, AKBP Maulana Hamdan, menyebutkan guna melakukan pengamanan Natal di Kendal pihaknya telah melakukan langkah-langkah, seperti pendirian pos pelayanan dan pos pengamanan. Pos pelayanan berada di tiga lokasi di jalur pantura dan pos pengamanan ada di empat gereja.

Selain itu, pihaknya juga melakukan ploting personel polisi dengan melibatkan sekitar 600 polisi yang dibantu dengan anggota TNI, para pemuda gereja dan Banser NU. Para pemuda gereja melakukan pengamanan dengan melakukan penyisiran orang – orang yang berada di sekitar gereja, sedangkan Banser membantu pengamanan di beberapa gereja. Meskipun jumlah pos pengamanan hanya di empat gereja, Kapolres memastikan tak ada satu pun gereja yang luput dari pengamanan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…