Ilustrasi anggaran (amazingproject.org) Ilustrasi anggaran (amazingproject.org)
Minggu, 25 Desember 2016 19:15 WIB Kurniawan/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

APBD KARANGANYAR 2017
Kades Tidak Proaktif, 2 Desa Tak Dapat Bantuan Keuangan

APBD Karanganyar 2017, dua desa di Karanganyar tidak mendapat bantuan keuangan dari APBD 2017.

Solopos.com, KARANGANYAR — Dua desa dari total 162 desa di Kabupaten Karanganyar tidak akan mendapatkan dana bantuan keuangan (bankeu) dari APBD 2017. Dua desa tersebut yaitu Tunggulrejo, dan Gemantar, Kecamatan Jumantono.

Hal itu diungkapkan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat diwawancarai wartawan, Sabtu (24/12/2016). Menurut dia, dua desa tersebut masih berkesempatan mendapatkan dana bankeu dari APBD Perubahan 2017. Dia meminta pemerintah desa setempat aktif mengajukan dana bankeu.

“Saya cek dari 162 desa, ada dua desa yang belum dapat bankeu dari APBD 2017. Pak kadesnya perlu aktif karena masih ada kesempatan di perubahan APBD,” ujar dia.

Yuli, panggilan akrabnya, berharap semua desa mendapatkan dana bankeu pada tahun depan. Pertimbangannya pemerataan anggaran pembangunan untuk mendorong dinamika pembangunan desa.

“Kita juga perlu asas pemerataan, supaya pergerakan pembangunan terjadi menyeluruh. Tak mendapat bankeu bisa karena memang desa bersangkutan tidak mengajukan,” sambung dia.

Yuli menjelaskan total dana bankeu untuk desa dalam APBD 2017 mencapai puluhan miliar rupiah. Dana bankeu bisa sangat membantu untuk pembangunan di desa-desa.

Selain bankeu, desa juga digelontor dana desa yang nilainya terus meningkat, alokasi dana desa (ADD), dan bagi hasil pajak. Total dana yang diterima desa menurut dia cukup besar.

Bahkan ada desa yang menerima total Rp2 miliar dari berbagai pos anggaran. “Ada yang menyentuh angka itu [Rp2 miliar]. Peningkatannya signifikan sekali,” imbuh dia.

Disinggung ADD, menurut Yuli, nilainya 10 persen dari dana alokasi umum (DAU). Sejak 2016 Pemkab sudah memenuhi amanat undang-undang itu.

Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Karanganyar, Ali Ghufron, saat diwawancarai Solopos.com mengatakan Tunggulrejo dan Gemantar tak mendapat bankeu karena tak mengusulkan. Dia menjelaskan dana bankeu dapat digunakan untuk membiayai pengaspalan dan betonisasi jalan desa, pembuatan talut irigasi desa, jembatan, talut jalan, gapura, dan rehabilitasi desa.

Nilai dana bankeu yang diterima desa bervariasi sesuai kegiatan yang diusulkan desa. “Kalau nilai bankeu kan sesuai kegiatan yang diusulkan, ada yang sampai Rp1,1 miliar,” tutur dia.

Ali menjelaskan tahun depan nilai anggaran yang dikelola desa dari berbagai sumber meningkat signifikan. Bahkan beberapa desa tercatat mendapat dana hingga Rp2 miliar.

lowongan kerja
lowongan kerja BPR, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


1

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…