Pengunjung memilih baju batik yang dipamerkan saat Gebyar UKM 2014 di Atrium Solo Square Mall, Solo, Jawa Tengah, Senin (29/9/2014). Pameran dan lelang hasil karya produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), koperasi, dan program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan akses bisnis dan jaringan penjualan. (Ardiansyah Indra Kumala/JIBI/Solopos) Pameran produk UMKM (JIBI/Solopos/Dok.)
Sabtu, 24 Desember 2016 15:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH
Bulog Wadahi UMKM di Bazar Akhir Tahun

Usaha mikro, kecil, dan menengah didorong maju oleh Bulog Jateng melalui bazaar.

Solopos.com, SEMARANG — Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah menggelar bazar akhir tahun dengan melibatkan sejumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Dalam hal ini kami kerja sama dengan sejumlah UMKM, pelaksanaan dilakukan di halaman Kantor Bulog Jateng karena letaknya strategis, banyak dilalui masyarakat,” kata Kepala Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah Usep Karyana di sela kegiatan di Semarang, Jumat (23/12/2016).

Bazar tersebut, menurut dia, diadakan untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru. Selain melibatkan UMKM, Bulog juga menjual sejumlah komoditas pokok di antaranya beras dan gula pasir. Sesuai tugas Bulog dari pemerintah dalam rangka mengendalikan harga jual komoditas pokok, pihaknya menjual beras dan gula pasir tersebut dengan harga di bawah pasaran.

Sebagai contoh, untuk gula pasir harga jual di Bulog yaitu Rp12.500/kg, sedangkan di pasar harga jualnya di kisaran Rp13.000-Rp16.000/kg. Selanjutnya, untuk komoditas beras premium harga jual di Bulog di kisaran Rp10.000/kg, sedangkan di pasaran masih di kisaran Rp12.000-Rp15.000/kg.

“Mengenai tugas pengendalian harga ini pada dasarnya kami siap melaksakannya baik melalui bazar, operasi pasar, maupun pasar murah,” katanya.

Usep mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya dilaksanakan di Kantor Bulog Semarang tetapi juga di masing-masing Kantor Subdivre Bulog. Bazar yang digelar  Jumat itu bakal dilanjutkan pada hari Selasa (27/12/2-16) pekan depan hingga Jumat (30/12/2016). “Rencananya selesai pada tanggal 30 Desember. Sesuai dengan jadwal, nanti akan semakin banyak UMKM yang kami libatkan,” katanya.

Pihaknya juga akan melakukan kerja sama dengan Bank Indonesia. Diharapkan, Bank Indonesia dapat ikut terlibat dengan membuka otlet penukaran uang di Kantor Bulog Semarang. “Dengan begitu akan semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk datang ke bazar ini,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Masih Ingin Jadi Pengarang?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (22/6/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, seorang penulis, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulias adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Timbul perasaan sedih, geram, geli, sekaligus haru tatkala membaca…