Gubernur Jambi Zumi Zola akan menandatangani perjanjian kesepakatan terkait polemik ornamen Natal Novita Hotel Jambi. (Okezone)
Sabtu, 24 Desember 2016 21:30 WIB JIBI/Solopos/Newswire Peristiwa Share :

Soal Heboh Ornamen Natal di Jambi, Ini Kesepakatan Gubernur & Tokoh Agama

Gubernur Jambi, Zumi Zola, menggelar rapat mendadak menyikapi heboh polemik ornamen Natal di sebuah hotel di Jambi.

Solopos.com, JAMBI — Polemik ornamen pohon Natal dengan tulisan mirip lafaz “Allah” di Novita Hotel Jambi yang bikin heboh, Jumat (23/12/2016) malam lalu, disikapi serius oleh pemerintah daerah setempat. Gubernur Jambi Zumi Zola mengadakan rapat mendadak di rumah dinasnya, Pasar, Kota Jambi, Sabtu (24/12/2016).

Pertemuan yang dihadiri MUI Jambi, tokoh agama, pemuda, dan tokoh lintas agama tersebut menemukan titik terang. Semua tokoh agama dan pemuda di Jambi sepakat menjaga kedamaian dan tetap mempercayakan kasus tersebut kepada kepolisian untuk memproses secara hukum bila terdapat unsur kesengajaan.

Dalam pertemuan tersebut, terdapat tiga poin kesepakatan. Pertama, percaya dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan terhadap motif dan modus ornamen pohon Natal yang terdapat tulisan mirip lafaz “Allah”.

Kedua, kami menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian untuk mengambil tindakan hukum apabila ternyata terdapat unsur kesengajaan oleh pihak tertentu dan melakukan penistaan terhadap agama Islam. Ketiga, kami sepakat untuk menjaga situasi dan kondisi yang kondusif di Provinsi Jambi, dan tidak akan melakukan tindakan aksi turun ke jalan atau melakukan tindakan anarkis terkait permasalahan tersebut.”

Gubernur Jambi Zumi Zola berharap masyarakat Provinsi Jambi tetap menjaga kedamaian antar umat beragama. “Saya berharap ini jangan terjadi lagi. Selama ini Jambi damai. Untuk itu saya berharap warga tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa, serahkan semuanya kepada pihak kepolisian untuk menyikapinya,” terang Zola, dikutip Solopos.com dari Okezone.

Di tempat yang sama, Kapolda Jambi Brigjen Pol Yazid Fanani menjelaskan saat ini Polresta Jambi masih memeriksa 14 saksi terkait ditemukannya lafaz “Allah” pada ornamen Natal di Hotel Novita Jambi. Bahkan petugas juga sedang memeriksa CCTV pihak hotel, termasuk memintai keterangan para saksi.

“Ya, kita sudah periksa beberapa saksi dan juga meminta CCTV pihak hotel. Kami mengimbau kepada warga Jambi untuk tetap tenang dan terus menjaga kedamaian antar umat beragama,” tegasnya.

Sebelumnya, menanggapi kehebohan tersebut, General Manager hotel, Husairi, mengatakan hiasan ornamen pohon Natal dibuat oleh sejumlah staf hotel. Menurut Husairi, hiasan tersebut sudah dipasang sejak dua pekan lalu. “Tahu-tahunya ada [hiasan mirip tulisan lafaz “Allah”]. Padahal tadi siang belum ada,” kata Husairi, dikutip Solopos.com dari Liputan6.

Ia juga membantah ada unsur kesengajaan dalam membuat hiasan hingga terbentuk mirip tulisan lafaz “Allah”. Apalagi, kata dia, hampir semua staf hotel adalah muslim. “Ini menunggu dari kepolisian, sejumlah staf sedang dipanggil polisi,” ujar Husairi mengakhiri.

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…