Pemeriksaan pesawat latih G58 Baron yang merupakan pesawat latih terbaru dalam alutsista TNI AL. (JIBI/Solopos/Antara/Umarul Faruq) Pemeriksaan pesawat latih G58 Baron yang merupakan pesawat latih terbaru dalam alutsista TNI AL. (JIBI/Solopos/Antara/Umarul Faruq)
Sabtu, 24 Desember 2016 03:40 WIB Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

SEKOLAH PENERBANG TNI
22 Penerbang PSDP Resmi Dilantik

Duapuluh dua peberbang tersebut berasal dari TNI Angkatan Udara dan TNI Angkatan Darat.

Solopos.com, SLEMAN– Sebanyak 22 penerbang dari sumber Perwira Sukarela Dinas Pendek (PSDP) resmi dilantik dan diwisuda saat upacara Wingday, di Lapangan Jupiter Lanud Adisutjipto Yogyakarta, Jumat (23/12/2016) pagi.

Lulusan Sekolah Penerbang (Sekbang) TNI Angkatan 90/PSDP Angkatan-29 terbagi dalam tiga jurusan yakni penerbang pesawat tempur, penerbang pesawat angkut, dan penerbang helikopter. Sementara ke-22 peberbang tersebut berasal dari TNI Angkatan Udara dan TNI Angkatan Darat.

“Sebelum dilantik mereka sudah menempuh pendidikan selama 33 bulan. Dari 23 kemudian lulus 22 penerbang,” kata KSAU Marsekal TNI Agus Supriatna, Jumat.

Dikatakannya pendidikan yang diikuti oleh paara perwira tersebut sudah dimulai sejak 11 Juli 2014 lalu. Mereka para peserta PSDP harus melalui tahapan pendidikan. Dua tahap untuk Pendidikan Dasar keprajuritan (Diksarjurit) dan Pendidikan Dasar Golongan perwira (Diksargolpa) di Lanud Adi Sumarmo Solo.

Sedangkan tahap ketiga, yakni pendidikan terkait penerbangan yang dilaksanakan di Lanud Adisutjipto. Puluhan orang penerbang muda tersebut terbagi menjadi dua Matra. Enam prajurit dari TNI AU dan 16 dari TNI Angkatan Darat.

Kemudian dari 22 prajurit tersebut mereka terbagi dalam tiga jurusan, tiga prajurit jurusan pesawat tempur, tujuh prajurit jurusan pesawat angkut, dan 12 prajurit jurusan helicopter.

“Menjadi seorang penerbang itu seperti hidup di dua alam. Para Prajurit tersebut harus tegas dan berkarakter. Berani mengambil keputusan namun harus secara matang dalam berfikir tidak boleh ragu-ragu,” tegasnya.

Pasalnya, kata Agus,sebagai penerbang, prajurit harus mengetahui akan kemampuannya sendiri. Serta tidak boleh bertindak secara ragu-ragu. Karena kata dia, kesalahan yang kecil pun akan berakibat fatal jika sudah ada di udara.

Pada wisuda dan pelantikan kali ini lulusan terbaik untuk jurusan pesawat tempur yaitu Arfa Reza Utama, 21. Untuk jurusan Angkut yakni Ryan Aditya Bagus Satria, 23. Dan lulusan terbaik jurusan Helicopter adalah Aula Nur Huda, 23.

Kemudian pada upacara wingday kali itu ditutup dengan penampilan terjun payung dari FASI DIY, fly pass dari Jupiter Aerobatik Team, Pesawat Grob, serta Pesawat Cessna, serta atraksi pasukan kolonel tambak.

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pasang Naik Pendidikan Islam

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (19/6/2017). Esai ini karya Mohamad Ali, pengasuh Perguruan Muhammadiyah Kota Barat, Solo, dan pengajar di Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat email penulis adalah ma122@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Pengumuman hasil Ujian Nasional (UN) SMP…