Warga menunjukan karcis parkir yang diganti angkanya dari Rp2.000 menjadi Rp5.000 di Embung Langensari.(Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja) Warga menunjukan karcis parkir yang diganti angkanya dari Rp2.000 menjadi Rp5.000 di Embung Langensari.(Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)
Sabtu, 24 Desember 2016 18:20 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

PARKIR DI JOGJA
Penjabat Walikota Minta Jukir Nakal Ditindak

Parkir di Jogja yang tak sesuai aturan ditindak

Solopos.com, JOGJA — Penjabat Walikota Jogja, Sulistiyo meminta aparat untuk menindak juru parkir Nakal yang menaikkan tarif parkir diluar ketentuan. Permintaan ini terkait adanya aduan warga yang ditarik tarif parkir sepeda motor Rp5.000 di kawasan Embung Langensari, Klitren, Gondokusuman.

“Bukan lagi imbauan, ini harus ditindak,” kata Sulistiyo di sela-sela peresmian Embung Langensari, Jumat (23/12/2016).

Hari Susanto, warga Berbah Sleman yang hendak menghadiri acara mancing bersama Gubernur DIY di Embung Langensari mengaku diminta uang parkir Rp5.000 di pintu masuk. Ia pun meminta karcis parkirnya. Namun, “Pas saya lihat tarif yang tertera di karcis itu Rp2.000 kemudian angka dua dicoret pakai spidol dan diganti angka lima,” ujar Hari.

Petugas parkir menggunakan karcis resmi yang dikeluarkan dari Dinas Perhubungan Kota Jogja. Tarif tersebut mengacu pada Perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang Retribusi Jasa Umum Parkir Tepi Jalan Umum (TJU). Jika mengacu pada Perda tersebut maka tarif parkir untuk mobil Rp3.000 dan motor Rp2.000.

Hari sempat menanyakan kepada petugas parkir soal perubahan tarif parkir tersebut, “Katanya tarif sudah sesuai, saya tidak masalah bayar Rp5.000” kata Hari. Kejadian ini pun langsung diketahui Penjabat Walikota kemudian memerintahkan Camat Gondokusuman untuk mengecek.

Sulistiyo berharap petugas parkir tidak menaikkan tarif seenaknya karena hal itu bisa membuat wisatawan kapok untuk datang ke Embung Langensari.

Tokoh Pemuda Klitren, Prabowo, yang menjadi penanggung jawab juru parkir mengaku minta maaf atas kejadian tersebut. Ia mengakui Embung Langensari sampai saat ini belum dikelola oleh masyarakat. Kemrin, masyarakat berinisiatif untuk mengelola parkir. “Sebenarnya parkir Rp5.000 itu untuk masyarakat umum yang mancing di Embung,” katanya.

Kedepan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Jogja dalam pengelolaan parkir di Embung Langensari. Ia berharap keberadaan embung berdampak positif bagi warga sekitar.

Leave a Reply


2

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…