Suasana kenduri yang dilakukan warga Kelor Kidul usai menggelar upacara bendera dengan pakaian SD yang dilakukan di kawasan Pantai Watukodok. Rabu (25/5/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja) Suasana kenduri yang dilakukan warga Kelor Kidul usai menggelar upacara bendera dengan pakaian SD yang dilakukan di kawasan Pantai Watukodok. Rabu (25/5/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Sabtu, 24 Desember 2016 00:20 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

NATAL & TAHUN BARU
Pengamanan Stasiun Tugu Dilengkapi Anjing Pelacak

Natal & Tahun Baru, tingkat kunjungan tinggi, pengamanan tetap dilakukan

Solopos.com, JOGJA — Selama libur Natal dan Tahun Baru, PT.Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional 6 melengkapi pengamanan dengan anjing pelacak untuk mendeteksi barang berbahaya seperti bahan peledak dan narkoba.

“Ada dua ekor anjing pelacak yang ditempatkan di Stasiun Tugu dan Stasiun Solo Balapan,” kata Manager Humas PT.KAI Daerah Operasional 6, Eko Budianto, Jumat (23/12/2016).

Eko mengatakan kedua anjing pelacak itu ditempatkan di pintu kedatangan Stasiun Tugu Jogja dan Stasiun Solo Balapan, untuk mengantisipasi masuknya barang berbahaya yang dibawa penumpang mau pun kru kereta api.

Menurut dia, kemmpuan anjing pelacak untuk mengendus barang berbahaya sangat membantu mengingat PT.KAI Daerah Operasional 6 saat ini belum memiliki mesin pendeteksi bahan berbahaya seperti di bandara-bandara.

Eko menambahkan untuk memaksimalkan pengamanan stasiun, pihaknya juga dibantu oleh kepolisian dan TNI. Pengamanan dilalukan di dalam stasiun, “Tiap perjalanan kereta api juga ada keamanannya dari polsuska [polisi khusus kereta api], polisi dan TNI,” kata Eko.

Sebelumnya, Kepala PT.KAI Daerah Operasional 6, Hendy Helmy mengatakan selama libur Natal dan Tahun baru pihaknya mengerahkan 2.950 petugas ekstra pengamanan, yang terbagi dalam pemeriksa jalur, penjaga perlintasan, dan petugas jaga di jalur rawan bencana.

lowongan kerja, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


1

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…