Ilustrasi korban kecelakaan. (active.com) Ilustrasi korban kecelakaan. (active.com)
Sabtu, 24 Desember 2016 13:47 WIB Ivan Andi Muhtarom/JIBI/Solopos Solo Share :

KECELAKAAN SOLO
Boncengan Bertiga Tanpa Helm, Sri Mulyati Tewas Tabrak Truk

Selain tak mengenakan helm, pengendara motor ternayata tak membawa SIM dan STNK.

Solopos.com, SOLO – Kecelakaan maut terjadi di Jl. Ahmad Yani tepatnya di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Gilingan, Banjarsari, Sabtu (24/12/2016) sekitar pukul 03.30 WIB pagi. Satu korban meninggal adalah pengendara sepeda motor bernama Sri Mulyati, 19.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Sabtu, truk Mitsubishi COLT FE 111 EZRY berpelat AD 1401 JF yang dikemudikan Mulyono, 59, melaju dari arah timur kemudian berhenti di dekat markah jalan dalam posisi menyerong ke utara. Sedianya, truk yang dikemudikan warga Beku, Kliwonan, Masaran, Sragen tersebut akan berbelok ke kanan.

Tanpa diduga, sebuah sepeda motor Suzuki Smash berpelat nomor AD 2651 DH yang dikemudikan Sri Mulyati, 19, bersama dua orang pembonceng melaju dengan kencang dari arah barat. Seolah tak memerhatikan posisi truk yang hendak berbelok, sepeda motor yang tak dilengkapi STNK, SIM itu menabrak bagian depan truk hingga terpental. Saat kejadian, Sri diketahui juga tak mengenakan helm.

Akibat kejadian tersebut, Sri Mulyati yang diketahui beralamat di Jl. Melati III/34B, Padalarang, Bandung, Jawa Barat mengalami luka berat. Nahas, ia meninggal dunia dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi untuk mendapatkan pertolongan medis.

Satu orang pembonceng, Edi Setiawan, 24, warga Nguwur, Balepanjang, Baturetno, Wonogiri mengalami dagu robek dan sakit pada pinggang. Sedangkan satu pembonceng lainnya yang belum diketahui identitasnya mengalami cidera di bagian kepala. Keduanya menjalani rawat inap di RSUD Dr. Moewardi.

“Bodi depan truk ringsek. Sementara ban depan sepeda motor juga ringsek,” ujar Kanit Laka Satlantas Polresta Solo, Iptu Hery Hariyanto mewakili Kapolresta Solo, Kombes Polisi Ahmad Luthfi, kepada Solopos.com, Sabtu siang.

Ia menjelaskan, sesuai olah tempat kejadian perkara (TKP) diketahui bahwa pembonceng diduga kuat menenggak alkohol. Sedangkan pihaknya belum bisa memastikan apakah pengedara sepeda motor yang meninggal juga menenggak minuman memabukkan tersebut.

“Untuk memastikan apakah pengendara sepeda motor juga meminum alkohol, kami sudah meminta cek darah para korban. Hasilnya baru bisa diketahui pekan depan insyaAllah,” terang dia.

PT. ABRAR TUJUH BERSAUDARA ISLAMI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Jangka Kamardikan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (15/8/2017), karya Bandung Mawardi dari Bilik Literasi. Alamat e-mail bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Setahun setelah peristiwa bersejarah, proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, terbit buku berjudul Djangka Djajabaja Sempoerna dengan Peristiwa Indonesia Merdeka garapan…